FPKS DPR Bentuk Tim Investigasi Ujian Nasional

FPKS DPR Bentuk Tim Investigasi Ujian Nasional

- detikNews
Jumat, 30 Jun 2006 14:34 WIB
Jakarta - Menyikapi berbagai kejanggalan dalam pelaksanaan Ujian Akhir Nasional (UAN) tahun 2006, Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (FPKS) DPR berinisiatif membentuk Tim Investigasi Ujian Nasional. Tim yang dipimpin oleh Sekretaris FPKS Mustafa Kamal ini beranggotakan anggota dewan PKS dari Komisi X dan Komisi VIII. Mustafa Kamal menjelaskan, ide pembentukan Tim Investigasi UN ini muncul setelah FPKS banyak menerima laporan dan masukan dari masyarakat terkait penyimpangan-penyimpangan pelaksanaan UN 2006. "Kita banyak menerima laporan kebocoran, penyimpangan, juga ketidak-fair-an dalam pelaksanaan Ujian Nasional," terang Mustafa sebagaimana siaran pers FPKS yang diterima detikcom, Jumat (30/6/2006).Mustafa menyatakan, tim investigasi ini akan bekerja untuk membuktikan apakah laporan masyarakat terkait penyimpangan UN benar atau tidak. Jika hasil investigasi itu berhasil membuktikan adanya penyimpangan atau pelanggaran, FPKS akan mendorong agar dilakukan pengusutan secara tuntas. "Bahkan lebih jauh dari itu jika memang terbukti banyak penyimpangan dan berpotensi menimbulkan masalah yang pelik, kita akan merekomendasikan agar UN dihapuskan saja," katanya.Guna memperoleh data dan informasi mengenai penyimpangan dan kebocoran pelaksanaan UN tersebut, FPKS siap bekerja sama dengan semua pihak dan membuka pintu selebar-lebarnya kepada masyarakat luas untuk memberikan informasi dan masukan. Perpanjang Pendaftaran SPMBSementara itu anggota Komisi X dari FPKS Yusuf Supendi meminta kepada pemerintah untuk memperpanjang masa pendaftaran Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru (SPMB). Mengingat pemerintah juga sedang mencari solusi terbaik bagi para siswa berprestasi yang tidak lulus UN. "Kita meminta Depdiknas untuk memperpanjang masa pendaftaran SPMB agar para siswa yang terlanjur tidak mendaftar karena tidak lulus UN dapat memperoleh kesempatan mendaftar. Toh pemerintah menjanjikan untuk mencarikan solusi bagi mereka," kata Yusuf, yang juga anggota Tim Investigasi UN FPKS.Yusuf mendesak agar para siswa yang tidak lulus satu mata pelajaran diperkenankan mengikuti SPMB. Apabila diterima mereka dapat kuliah dan mengikuti ujian ulangan tahun depan pada materi yang tidak lulus. (nrl/)


Berita Terkait