Eks Polwan Ngaku Dipecat Usai Tolak Bebaskan Pemerkosa, Ini Kata Polda Sulteng

ADVERTISEMENT

Eks Polwan Ngaku Dipecat Usai Tolak Bebaskan Pemerkosa, Ini Kata Polda Sulteng

Hermawan Mappiwali - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 16:29 WIB
Eks Polwan Polda Sulteng Yuni Utami viral lagi.
Eks Polwan Polda Sulteng Yuni Utami. (Dokumen Istimewa)
Palu -

Mantan Polwan Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) Yuni Utami kembali jadi perbincangan usai membuat video yang menjelaskan pemecatan dirinya karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan. Polda Sulteng memberikan klarifikasi.

Dalam video yang beredar, Yuni awalnya mengaku telah mendapatkan klarifikasi Polri soal pemecatan dirinya setelah 2 tahun desersi karena menolak dimutasi ke Satuan Lalu Lintas. Yuni kemudian membantah dan mengatakan bahwa dirinya sebenarnya dipecat buntut menolak perintah atasan melepaskan pelaku pemerkosaan.

Kabid Humas Polda Sulteng Kombes Didik Supranoto mengatakan video Yuni yang viral merupakan video baru. Karena itu, pihaknya kembali memberikan klarifikasi soal pemecatan Yuni.

"Dia buat baru karena yang dulu (video viral sebelumnya) dia pakai baju Polwan," kata Kombes Didik Supranoto saat dimintai konfirmasi, seperti dilansir detikSulsel, Kamis (1/9/2022).

"Jadi dia buat baru lagi akhirnya kita klarifikasi lagi," kata Kombes Didik.

Didik kemudian menjelaskan bahwa Yuni Utami merupakan lulusan Bintara Polwan angkatan 37 tahun 2008, yang pada 2012 mendapat kepercayaan untuk menjadi Penyidik Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polsek Biromaru Polres Donggala.

Terkait Yuni yang mengaku dipecat karena menolak membebaskan pelaku pemerkosaan, Kombes Didik mengatakan bahwa Yuni Utami, yang saat itu berpangkat Bripda, sebenarnya menangani kasus dugaan pemerkosaan atau asusila bersama seniornya, Briptu AA, di Polsek Biromaru. Keduanya kemudian berbeda pendapat dalam proses penyidikan.

"Terjadi perbedaan pendapat saat melakukan penyidikan, dimana Bripda Yuni Utami bersikeras menerapkan pasal pemerkosaan, sementara hasil visum dokter menyimpulkan tidak adanya tanda-tanda kekerasan terhadap korban, sehingga Briptu AA meminta untuk dilakukan pemeriksaan tambahan terhadap tersangka menyesuaikan hasil visum walaupun hal itu ditolak Saudari Yuni Utami," katanya.

Baca selengkapnya di sini

Lihat juga video 'Bejat! Pria di Pinrang Perkosa Anak Kandungnya Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT