Nikita Mirzani Wajib Lapor ke Polres Serang: Gue Capek Bolak-balik

ADVERTISEMENT

Nikita Mirzani Wajib Lapor ke Polres Serang: Gue Capek Bolak-balik

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Kamis, 01 Sep 2022 15:45 WIB
Nikita Mirzani saat menyambangi Mabes Polri.
Nikita Mirzani (Pool/Palevi S/detikFoto)
Serang -

Artis Nikita Mirzani, yang terjerat kasus UU ITE di Polresta Serang Kota atas laporan Dito Mahendra, mengaku lelah menjalani wajib lapor setiap pekan. Laporan hari ini, menurut dia, jadi yang terakhir dan ia mempersilakan penyidik jika ingin menangkapnya.

"Bener, gua capek bolak-balik, karena mau ngapain, wajib lapor nggak ditanya-tanya lagi, nggak di-BAP, cuma datang, minta tanda tangan, pulang, lama-lama gua sempoyongan," kata Nikita di Polresta Serang Kota, Kamis (1/9/2022).

Ia menegaskan wajib lapor ke Polresta Serang Kota pada hari ini jadi yang terakhir. Sebab, ia menilai kepolisian tidak adil saat laporan Dito Mahendra di Polres Jakarta Selatan tidak ditanggapi.

"Ini adalah wajib lapor terakhir aku di Serang Banten, karena buat aku nggak fair ya karena si pelapor juga kan Dito Mahendra dipanggil ke Polres Jakarta Selatan sudah dua kali dengan alasan tidak patut saja tidak apa-apa, ini kan sudah dikasih contoh Nikita Mirzani patut wajib lapor Senin, Kamis, pagi-pagi nyetir sendiri, pagi-pagi buta," ujarnya.

Jadi, Nikita Mirzani menegaskan tidak ingin melakukan wajib lapor ke Polres Serang di pekan depan. Ia bahkan mempersilakan penyidik untuk menangkapnya.

"Jadi nggak mau datang lagi, kalau mau ditangkap silakan datang aja, kan udah tahu alamat gua," ujarnya.

Nikita menyebut kasusnya dengan Dito Mahendra soal UU ITE adalah kasus receh. Semestinya Polresta Serang Kota lebih serius menangani kasus pembunuhan atau kasus pencabulan anak di bawah umur.

"Kalau kasus HAM aja disepelekan, masa ini kasus receh diseriusin," katanya.

Sementara itu, pengacara Nikita Mirzani, Fahmi Bachmid, menambahkan, wajib lapor jika dilakukan terus-menerus tanpa kepastian hukum ia sebut pelanggaran HAM. Sebab, semestinya kasus yang menjerat Nikita ada kepastian hukumnya.

"Orang ditahan ada kepastian hukumnya 20 hari, wajib lapor kalau tidak ada kepastian hukumnya itu pelanggaran HAM nantinya," ujarnya.

Tap, ia dan kliennya rajin datang sekaligus silaturahmi dengan penyidik. Dan tidak ada persoalan lain kecuali wajib lapor dan ngobrol-ngobrol lalu pulang.

"Anda bertanya ke penyidik sampai kapan, kalau ke saya hari ini saya anggap selesai wajib lapornya. Kalau Anda tanya ke penyidik itu silakan haknya," pungkasnya.

Lihat juga video 'Nikita Mirzani Bisa Terbang ke Luar Negeri Meski Berstatus Tersangka':

[Gambas:Video 20detik]

(bri/lir)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT