Panglima TNI:
Kepemilikan Senjata Diperketat
Jumat, 30 Jun 2006 11:34 WIB
Jakarta - Ratusan senjata api dan ribuan amunisi ditemukan di kediaman almarhum Brigjen TNI Koesmayadi. Belum jelas benar kenapa ratusan senpi itu ada di rumah Koesmayadi. Namun Panglima TNI mengisyaratkan akan melakukan pengetatan kepemilikan senpi."(Pengetatan) itu harus dan tidak hanya bagi TNI. Apalagi ini kan senjata," kata Panglima TNI Marsekal Djoko Soeyanto usai peringatan Hari Narkoba di Istana Merdeka, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta, Jumat (30/6/2006).Menurut Djoko, sebenarnya sudah ada protap bagaimana seorang perwira atau anggota TNI memiliki senjata api. "Sebenarnya sudah ada protapnya. Kebetulan saja ini lagi ada kasus. Kita sedang selidiki berdasarkan protap itu," tandasnya.Djoko mengaku belum bisa memberikan keterangan lebih detil mengenai kasus tersebut karena saat ini masih ditangani oleh Puspom dan BAIS. "Berikan waktu kepada Puspom dan BAIS untuk menyelidiki lebih lanjut. Kita akan selalu update nanti kepada wartawan," ujar Panglima TNI.Sebelumnya KSAD Jenderal TNI Djoko Santoso mengemukakan, dalam pemeriksaan sejata di kediaman Koesmayadi di Kompleks Marina, Jalan Pangandaran V, Ancol, Jakarta Utara, ditemukan senjata 145 pucuk, terdiri dari 96 pucuk laras panjang, 7 pucuk laras panjang tidak beralur atau licin, dan 42 pucuk senjata laras pendek.Selain itu juga ditemukan juga 28.985 butir amunisi, 9 granat terdiri dari 4 granat asap dan 5 granat tangan. POM TNI AD juga menemukan 28 teropong.Koesmayadi meninggal pada Minggu 25 Juni 2006 di rumahnya Jalan Raflesia, Cibubur. Kemudian jenazah dimakamkan di TPU Bahagia Pondok Aren, Tangerang, Senin 26 Juni 2006.
(san/)











































