Penemuan Ratusan Senjata
Isu Kudeta Tidak Rasional
Jumat, 30 Jun 2006 10:56 WIB
Jakarta - Isu kudeta bersenjata di balik penemuan ratusan senjata api di rumah almarhum Brigjen TNI Koesmayadi tidak rasional. Terlalu riskan menyimpan senjata di rumah untuk kudeta.Geger soal penemuan ratusan senjata api di rumah pati TNI AD ini memang mengejutkan banyak pihak. Sejumlah sinyalemen pun bermunculan. Mulai dari tidak solidnya barisan jenderal di TNI hingga kudeta bersenjata. Kematian Koesmayadi pun sempat disebut-sebut tidak wajar."Kalau memang untuk kudeta, senjata-senjata itu lebih baik disebarkan langsung kepada kelompok-kelompok pemakai," kata pengamat politik dan militer MT Arifin kepada detikcom di Jakarta, Jumat (30/6/2006).Menurut Arifin, pimpinan TNI AD harus mengusut kasus ini hingga tuntas. Harus dijelaskan secara terbuka apa sebenarnya yang terjadi di balik kegiatan penumpukan senjata ini."Profesionalisme TNI kembali dipertanyakan. Kontrol terhadap pelaksanaan program, pengadaan senjata, dan sikap disiplin prajurit harus diperbaiki," ujar Arifin.POM TNI saat melakukan penarikan senjata Koesmayadi, menemukan 145 pucuk senjata, terdiri dari 96 pucuk laras panjang, 7 pucuk laras panjang tidak beralur atau licin, dan 42 pucuk senjata laras pendek.Selain itu juga ditemukan 28.985 butir amunisi, serta granat 9 terdiri dari 4 granat asap dan 5 granat tangan. POM TNI AD juga menemukan 28 teropong.
(djo/)











































