Kronologi Krisis Politik Belanda

Kronologi Krisis Politik Belanda

- detikNews
Jumat, 30 Jun 2006 10:49 WIB
Den Haag - Kabinet Belanda jatuh gara-gara dusta seorang Hirsi Ali, imigran Somalia yang kini hengkang ke AS. Berikut ini kronologinya.Siapa nyana dusta Ayaan Hirsi Ali, ketika meminta suaka politik pada 1992, empatbelas tahun kemudian bakal meledak menjadi krisis politik di Belanda dan berujung pada jatuhnya kabinet? Kedustaan Hirsi Ali, meskipun sebelumnya sudah beredar, baru menemukan momentumnya ketika programa televisi Zembla menginvetigasi jejak perjalanannya.1997. Setelah lima tahun menyandang status pengungsi, Hirsi Ali pada Agustus mendapat kewarganegaraan Belanda.2002. Hirsi Ali mengaku dalam programa televisi Barend en Van Dorp pada September bahwa dia telah berdusta mengenai identitasnya pada saat mengajukan permohonan suaka. Di tahun ini namanya melambung dan menjadi pusat perhatian karena pernyataan-pernyataannya yang mengeksploitasi minoritas Islam. Sebulan kemudian, partai liberal VVD mencium potensi besar pada diri Hirsi Ali dan menempatkannya di daftar kandidat pada pemilu.Immigratie- en Naturalisatiedienst/IND (Dinas Imigrasi dan Naturalisasi) melakukan pemeriksaan pada Hirsi Ali, namun tidak menemukan hal-hal yang menyimpang dalam dokumen.Algemene Inlichtingen- en Veiligheidsdienst/AIVD (Dinas Interiljen dan Keamanan) menemukan sesuatu yang tidak beres dan pada Desember memberitahu Ketua Partai VVD masa itu, Bas Eenhoorn, mengenai kemungkinan dampak yang bisa ditimbulkan akibat naturalisasi Hirsi Ali yang tidak sah.2003. Hirsi Ali secara terbuka menghina Nabi Muhammad. Namanya makin meroket dan dia terpilih menjadi anggota parlemen untuk partai liberal VVD. Pernyataan dan kolom-kolomnya di koran semakin dipenuhi isu agama. Suhu di Belanda menghangat. Tabu yang dibobol Hirsi Ali menyebar ke Eropa.2004. Hirsi Ali merangkul sineas Theo van Gogh untuk membantu mewujudkan film Submission tentang nasib wanita di dunia Islam. Hirsi Ali yang menyiapkan naskahnya sekaligus voice-over. Film ini menampilkan wanita Islam shalat dengan tubuh telanjang, hanya dibalut kain tembus pandang. Adegan selanjutnya dia menjalani tindakan kekerasan. Tubuhnya yang diwarnai tulisan ayat-ayat Al-Quran dipenuhi luka-luka bekas kekerasan. Pengamat film dan politik mengkritik Submission sebagai provokasi berbahaya dan bisa memicu polarisasi. Tidak lama kemudian Theo van Gogh dibunuh. Hirsi Ali mendapat pengawalan negara.2006. Programa Zembla menyiarkan jejak perjalanan Hirsi Ali, tepatnya pada 11/5. Pengakuan tentang kawin paksa, nama dan tanggal lahir, dalam programa itu dikupas tuntas sebagai kebohongan Hirsi Ali belaka. Politik di Belanda memanas. Menteri Rita Verdonk mengirim surat ke parlemen dengan isi bahwa Hirsi Ali dianggap tidak pernah menerima kewarganegaraan Belanda. Hirsi Ali diberi waktu enam pekan untuk menanggapiPerkembangan itu ditanggapi Hirsi Ali dengan menggelar konferensi pers pada 16/5. Ia menyatakan mundur dari parlemen. Juga hari itu terungkap bahwa dia telah menyiapkan sekoci untuk hengkang ke AS dan diterima di lembaga thinktank kaum neokonservatif: American Enterprise Institute, Selasa, 27/6 Verdonk berbalik menyatakan Hirsi Ali boleh tetap memiliki kewarganegaraan Belanda. Ia boleh tetap memakai nama Ali, dengan demikian dia dianggap tidak pernah berbohong. Rabu, 28/6 krisis politik memuncak. Siangnya jam 14.00 sidang pleno digelar dan berlangsung secara maraton hingga Kamis 29/6 pagi jam 06.00. Beberapa politisi nampak kuyu akibat tidak tidur. Sorenya sidang dilanjutkan lagi hingga tadi malam. Hasilnya: D-66 menyampaikan mosi tidak percaya kepada Verdonk dan menarik diri dari koalisi. Langkah ini disusul dengan pengunduran diri para menteri D-66. Kabinet jatuh. (es/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads