Jejak Barack Obama
Kenangan di SD 4 Besuki
Jumat, 30 Jun 2006 09:44 WIB
Jakarta - Barack Obama, senator AS dari Partai Demokrat yang saat ini mulai disebut-sebut sebagai calon Presiden AS 2008, pernah bersekolah di sebuah SD di Jakarta. Penelusuran detikcom, Barack pernah mengenyam pendidikan di SD (Percobaan) 4 Besuki, Menteng. Informasi ini didapatkan detikcom dari Onny Padmo, kawan satu kelas Barack saat di SD yang terletak di Jl Besuki, Menteng, di belakang Keris Gallery itu. Onny sudah tidak banyak ingat tentang Barry, panggilan Barack saat itu. Yang jelas, Onny yang kini menjadi Wakil Sekretaris Jenderal Ikatan Mobil Indonesia (IMI) ini memastikan bahwa Barry adalah teman sekelasnya saat duduk di kelas 4 pada tahun 1971. Memang, Onny tidak begitu akrab dengan Barry saat itu. Namun, setidaknya dia masih mengenali si Barack saat kecil. Dalam ingatan Onny, Barry bersekolah di SD Besuki hanya satu tahun, ya di kelas 4 itu. "Saat saya naik kelas 5, saya sudah tidak melihat Barry lagi," kata Onny yang kini tetap tinggal di Menteng, tepatnya di Jl Cianjur, saat berbincang-bincang dengan detikcom, Jumat (30/6/2006). Onny surprise juga melihat Barry saat ini menjadi senator AS. Apalagi saat ini Barry cukup diperhitungkan juga, karena sudah disebut-sebut sebagai calon Presiden AS 2008. "Ketika baca berita ini di detikcom, saya langsung ingat ini si Barry teman sekelas saya," ujar pria berumur 40-an tahun ini. Wajah Barry saat ini memang sudah jauh berbeda dibanding 35 tahun lalu. "Dulu saat SD, dia cukup gemuk, pipinya menggelembung. Badannya dari kecil memang sudah tinggi. Tapi, saat ini terlihat lebih kurus," kata Onny setelah melihat foto Barry saat ini. Onny juga masih ingat saat Barry setiap berangkat ke sekolah. "Kalau sekolah dibonceng di sepeda motor oleh tentara," ujar Onny. Motor yang dipakai tentara itu adalah jenis motor Honda besar, seperti yang dibawa oleh para tukang pos. Namun, siapa tentara itu, Onny tidak kenal. Bisa jadi, tentara itu adalah ayah tiri Barry, Lolo Soetoro Mangundiharjo. Sebab, selain juga sebagai manajer di sebuah perusahaan pertambangan, Lolo juga masuk tentara.Kadangkala, kata Onny, Barry juga diantar ibunya. "Ibunya tinggi besar, bule. Rambutnya pirang. Saat kecil, saya dan teman-teman juga heran, mengapa ibunya bule, kok si Barry malah berambut ikal dan berkulit hitam," ujar Onny. Saat itu, Onny dan kawan-kawan tidak mengetahui kalau ayah kandung Barry berasal dari Kenya, Afrika. Onny juga mengaku pernah menghadiri ulang tahun Barry yang digelar di rumahnya. Rumah Barry dulu berada di Jl Dempo, Matraman, di sekitar Taman Amir Hamzah. Dulu, kawasan ini masih cukup sepi, jauh dibanding situasi saat ini. Sayangnya, Onny tidak ingat bagaimana meriahnya peringatan ulang tahun Barry. Meski anak baru di kelas 4 dan bukan orang Indonesia, menurut Onny, Barry cukup pintar berbahasa Indonesia. Barry berbincang dengan teman-temannya dengan Bahasa Indonesia. Salah satu hal yang masih diingat juga oleh Onny adalah tangan kidal Barry. "Dia kidal. Kalau menulis ya pakai tangan kiri," ujar dia. Onny tidak ingat apakah Barry saat sekolah termasuk anak pandai atau tidak. Namun, Barry memang tidak beda dengan anak lain, yang tetap suka bermain. Apa yang dilakukan Onny bila tiba-tiba bertemu Barry saat ini? "Saya akan membawa dia ke SD Besuki, biar kita sama-sama ingat," ujar Onny tertawa. Saat ini, gedung SD 4 Besuki ini masih tegak berdiri. Bila Barry datang ke Indonesia dan mendatangi sekolah itu, tentu kenangan Berry juga akan terbawa ke 35 tahun lalu. Terus terang saja, kata Onny, dirinya sudah tidak pernah mendengar informasi tentang Barry setelah Onny tidak terlihat di kelas 5. Makanya, cukup terkejut juga bila Barry saat ini menjadi orang terkenal di AS. Sukses, buat Barry!
(asy/)











































