Penemuan Senpi Buktikan Administrasi di TNI Berlubang
Jumat, 30 Jun 2006 07:14 WIB
Jakarta - Penemuan 145 pucuk senapan dan 28.985 peluru di rumah mendiang Brigjen TNI Koesmayadi telah membongkar administrasi senjata TNI yang berlubang. Tak ada satu sistem integral dan baku dalam inventarisasi senjata TNI."Memang ada masalah prosedural dan administrasi yang berlubang disitu," cetus pengamat militer dari Universitas Indonesia, Andi Widjajanto kepada detikcom, Jakarta, Jumat (30/6/2006).Senjata dan peluru yang ditemukan di rumah pribadi mantan wakil asisten logistik (Waaslog) Kepala Staf Angkatan Darat ini menunjukkan adanya kesalahan prosedur dalam penyimpanan senjata. Sehingga tak dapat disimpulkan apakah itu senjata milik TNI, milik pribadi atau contoh senjata yang diperjualbelikan mengingat posisi almarhum sebagai salah seorang yang bertanggungjawab dalam pengadaan senjata TNI."Untuk sementara penyidikannya masih difokuskan pada inventarisasi senjata yang tidak diikuti oleh Waaslog. Penimbunan senjata itu belum mengarah pada kepentingan Angkatan Darat, apakah itu senjata organik atau sitaan. Tapi karena dia (Brigjen Koesmayadi--red) adalah Waaslog, bisa saja itu senjata yang menjadi contoh dijual," urai Andi.Peristiwa ini seharusnya menjadi momentum bagi TNI untuk membenahi administrasi persenjataan menuju satu sistem yang integral dan moderen. "Mungkin ini saatnya sudah diperkenalkan sistem yang lebih terpadu dengan memanfaatkan teknologi informasi. Ada log book yang memakai teknologi digital, seperti yang dipakai supermarket besar," usul Andi.Dengan adanya sistem digital ini, pasokan, persediaan dan distribusi persenjataan TNI dapat diketahui dengan mudah oleh pimpinan komando TNI."Seorang pempimpin operasi bisa melacak dengan mudah. Bisa tahu jumlah suatu barang diproduksi, kapan dijual, kapan didistribusikan, digunakan, dan sebagainya," tandas Andi.POM TNI saat melakukan penarikan senjata Koesmayadi, menemukan 145 pucuk senjata yang terdiri dari 96 pucuk laras panjang, laras panjang tidak beralur atau licin 7 pucuk, senjata laras pendek 42 pucuk.Selain itu juga ditemukan amunisi sejumlah 28.985 butir, granat 9 buah terdiri dari 4 buah granat asap dan 5 granat tangan. POM TNI AD juga menemukan teropong berjumlah 28 buah.
(ary/)











































