Skenario Krisis Politik Belanda yang Mungkin Terjadi

Skenario Krisis Politik Belanda yang Mungkin Terjadi

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 21:15 WIB
Den Haag - Politik Belanda sedang genting. Kabinet terancam jatuh. Skenario D-66 menarik kembali sikap politiknya, nampaknya mustahil terjadi.Sikap politik Partai Demokrat 66 (D-66) yang melalui Ketua Fraksi Lousewies van der Laan menyampaikan mosi tidak percaya kepada Menteri Urusan Orang Asing dan Integrasi, Rita Verdonk, kemungkinan besar tidak akan ditarik kembali. Dua politisi D66 yang duduk di kabinet, Menteri Ekonomi merangkap Wakil Perdana Menteri LJ Brinkhorst dan Menteri Pembaruan Pemerintahan Alexander Pechtold, menyatakan mendukung sikap fraksi.Di samping itu, menarik mosi tidak percaya tersebut berarti harakiri politik bagi D-66. Kredibilitas D-66 akan hancur di mata publik, terutama di kalangan konstituennya sendiri. D-66 bisa hancur dalam pemilu nasional tahun depan. Apalagi partai ini baru mengalami bangkrut kepercayaan akibat blunder dalam isu pengiriman pasukan Belanda ke Uruzgan, Afghanistan. Semula D-66 bulat-bulat menolak, namun, akhirnya menjilat kembali ludah yang sudah ditumpahkan. D-66 berubah sikap menjadi mendukung. Blunder ini memakan korban Ketua Fraksi Boris Dittrich, yang akhirnya mengundurkan diri dan digantikan Lousewies van der Laan. Di samping itu popularitas D-66 remuk berkeping-keping. Dalam barometer politik mingguan, partai ini tinggal tersisa 3 kursi dari semula 6, jika pemilu digelar. Jadi, skenario D-66 menarik kembali mosi tidak percaya hampir 100 persen mustahil. D-66 hampir pasti menarik menterinya di kabinet, dengan konsekuensi koalisi memerintah kehilangan kursi mayoritas.Skenario kedua, Verdonk mundur demi mempertahankan kabinet. Namun opsi ini juga peluangnya sangat kecil. Verdonk dikenal berhati besi dan dia sudah menyatakan tidak akan tunduk pada tekanan alias tetap akan meneruskan pekerjaannya. Sikap ini didukung partainya, VVD. Skenario ketiga, Verdonk diminta mundur dari pos Urusan Orang Asing dan Integrasi dan diberi pos lain, misalnya ditukar dengan posisi Pembaruan Pemerintahan yang dipegang menteri dari D-66, Alexander Pechtold. Namun, ini nampaknya juga bakal masuk keranjang sampah. Pos Urusan Orang Asing dan Integrasi sangat strategis bagi VVD untuk mendongkrak popularitas.Tinggal dua opsi yang paling mungkin: Perdana Menteri JP Balkenende (CDA) menunjukkan kecerdikannya sebagai pemimpin politik dengan 'mengecilkan' D66. Caranya? Kabinet tetap jalan terus (CDA-VVD) seolah-olah tidak terjadi apa-apa dan bola panas dikembalikan kepada D-66. D-66 dibiarkan mengambil konsekuensi atas sikap politiknya. Apalagi mosi tidak percaya tersebut tidak mencapai mayoritas (64 lawan 79 suara), meskipun didukung partai-partai opisisi: GroenLinks, Partai Buruh (PvdA), Partai Sosialis (SP) dan Uni Kristen.Kabinet minoritas seperti ini susah berumur panjang, namun bisa menjadi manuver sementara. Selanjutnya Balkenende kemungkinan akhir tahun ini bisa menggelar pemilu dipercepat. Opsi terakhir, kabinet bubar dan pemilu digelar. Berkompetisi kembali memperebutkan suara rakyat.Dua skenario terakhir nampaknya yang paling kuat bakal terjadi: kabinet jatuh. (es/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait