Tol Berlumpur, Jasa Marga Terus Hitung Kerugian
Jumat, 30 Jun 2006 01:01 WIB
Sidoarjo - PT Jasa Marga meninggikan jalan dan pengurukan pasir dan batu (sirtu) di bawah flyover Siring Tol Surabaya Gempol KM 37-38. Langkah itu untuk mencegah terendamnya warga RT 5, 6, 7, 8, 9, dan 10/RW II Kelurahan Siring dari luapan lumpur.Direktur Operasi PT Jasa Marga Pusat,Sarwono Oetomo mengatakan, peninggian jalan dan pengurukan sirtu harus dilakukan karena saat ini tinggi lumpur telah mencapai 60 cm dan hampir menutupi pembatas tengah jalan tol (guard rail)."Tinggi guard rail saja 75 cm, sedangkan tinggi lumpur sudah mencapai 60 cm, tinggal 15 cm saja lumpur ini akan menutupi pembatas tol," ujarnya kepada wartawan di Tol Surabaya-Gempol KM 37 Porong Sidoarjo, Kamis (29/6/2006).Ditambahkannya, PT Jasa Marga saat ini juga akan membangun gorong-gorong (box culvert) di lima titik antara km 37.940 - 38.600 jalur tol Surabaya-Gempol dan Gempol-Surabaya. Saat ini sedang dilakukan survei persiapan pembangunan gorong-gorong serta melakukan koordinasi dengan tim teknis PT Lapindo.Tentang kerugian yang diderita PT Jasa Marga, Sarwono mengaku belum tahu berapa besar kerugian yang diderita oleh PT Jasa Marga, pihaknya tetap akan melakukan klaim ganti rugi kepada PT Lapindo. "Saat ini kami masih melakukan pendataan tentang kerugian, tapi jika waktunya nanti sudah tiba, PT Jasa Marga tetap akan mengajukan klaim ke Lapindo," katanya.Tinggi luapan lumpur saat ini terus mengalami perkembangan, kalau Rabu (28/6) tinggi mencapai 50 cm, maka kini sudah mencapai 60 cm. Hal ini mengandung arti bahwa debet lumpur dan air sudah semakin tinggi dan berkembang dengan cepat.
(ary/)











































