BMI Bangun Bank Mata di Jakabaring Palembang
Kamis, 29 Jun 2006 23:14 WIB
Palembang - Bank Mata Indonesia (BMI), berencana akan membangun gedung bank mata di Sumatra Selatan. Bank Mata Sumatra Selatan akan melayani pasien mata dari keluarga miskin. Hal itu terungkap dalam audiensi antara BMI dengan Wakil Gubernur Sumatra Selatan Mahyuddin, di ruang kerja Wakil Gubernur Sumatra Selatan, Jalan Kapten A Rivai, Palembang, Kamis (29/6/2006) Audiensi itu dihadiri Chairman 02-07, Lions Indonesia Foundation, Soetadi Martodihardjo, dan Ketua Bank Mata Sumatra Selatan, Halifah Mahyuddin.Dalam penjelasannya, Ketua Bank Mata Sumatra Selatan, Halifah Mahyuddin mengatakan, Sumatera Selatan seharusnya sudah memiliki gedung Bank Mata. Karena itu menurut Halifah, pihaknya mengusulkan agar Pemerintah Sumatra Selatan menyediakan lahan seluas 5000 meter untuk keperluan pembangunan gedung Bank Mata Sumatra Selatan. "Kita ingin mendirikan Bank Mata di Sumatra selatan, sehingga pasien mata dari masyarakat kurang mampu mendapatkan pelayanan di sana," jelas Halifah.Selain melayani pasien kurang mampu, masih menurut Halifah, diharapkan Bank Mata Sumsel juga dapat memberikan pelayanan kepada para donor mata. "Pelayanan yang dimaksud bank mata dapat memberikan penyuluhan dan pelatihan kepada para calon donor mata. Kita juga memberikan pelayanan berupa pemakaman gratis kepada donor mata yang meninggal dunia," jelasnya.Sementara kornea mata hingga kini masih diimpor dari Amerika Serikat. Kornea itu diberikan secara cuma-cuma oleh Pemerintah Amerika Serikat yang merupakan hasil kerjasama Bank Mata Indonesia dengan Bank Mata Amerika. Menurut Halifah, sebelum adanya kerjasama tersebut pasien mata Indonesia yang membutuhkan pencangkokan kornea. Kornea itu harus dibeli dari Bank Mata di Srilanka seharga US$ 250 Dollar. "Tetapi sekarang diberikan secara cuma-cuma oleh Amerika. Karena kita bekerjasama dengan Bank Mata Amerika," jelasnya.Yang menjadi kendala saat ini, masih menurut Khalifah, adalah tempat penyimpanan kornea mata sebelum pencangkokan. karena Sumatra selatan belum memiliki gedung dan fasilitas penyimpanan kornea tersebut."Selama ini kita terpaksa menitipkannya ke Rumah Sakit Muhammad Husein sebelum dilakukan pencangkokan," jelas Halifah.Dia mengharapkan, agar gedung bank mata segera dibangun sehingga pasien yang membutuhkan kornea mata mendapatkan pelayanan maksimal.
(ary/)











































