Musim Kemarau, Sumatera Kekurangan Listrik

Musim Kemarau, Sumatera Kekurangan Listrik

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 23:07 WIB
Palembang - La Nina tampaknya mulai berlalu, dan kemarau kembali menyengat Sumatera. Akibatnya debit air buat pembangkit listrik tenaga air (PLTA) akan berkurang produksinya pada provinsi di jaringan interkoneksi Sumatera bagian Selatan dan Sumatera bagian Tengah."Dari PLTA yang ada masuk jaringan interkoneksi Sumbagsel dan Sumbangteng saat ini tujuh PLTA mengalami penurunan debit air akibat musim kemarau yang berakibatnya berkurangnya produksi listrik untuk pasokan Sumatra Selatan, Sumatra Barat, Riau, Bengkulu dan Lampung," kata koordinator Operasi Sistem Interkoneksi PT PLN Sumbagsel dan Sumbangteng Marna Sumarna, kepada pers di Palembang, Kamis (29/6/2006).Menurut Marna, berkurangnya debit air pada musim kemarau menyebabkan mesin pembangkit tidak bisa beroperasi maksimal. Produksi listrik dari tujuh PLTA yang menurun berakibat jaringan listrik interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagteng mengalami defisit daya listrik.Di wilayah jaringan interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagteng saat ini ada sembilan PLTA, yaitu PLTA Maninjau, PLTA Singkarak, PLTA Batang Agam di Sumatera Barat, PLTA Koto Panjang dan PLTA Talang Lembu di Provinsi Riau, PLTA Musi dan PLTA Tes di Provinsi Bengkulu, serta PLTA Way Besai dan PLTA Batu Tegi di Provinsi Lampung.Marna menjelaskan, produksi PLTA yang ada dengan datangnya musim kemarau akan berkurang produksinya sekitar 20-50 persen. Di antaranya PLTA Besai produksinya menurun dari kapasitas 90 megawatt (MW) menjadi 53 MW, PLTA Batu Tegi dari kapasitas 2 x 14 MW menurun menjadi 2 x 13 MW, PLTA Koto Panjang dari 114 MW menjadi 60 MW, PLTA Singkarak dari 172 MW menjadi 70 MW, PLTA Maninjau dari 64 MW menjadi 42 MW dan PLTA Musi dari 210 MW menjadi 140 MW. "Pada PLTA Musi dari salah satu mesinnya kini sedang dalam perbaikan. Jika selesai akan ada tambahan sebesar 70 MW masuk dalam jaringan interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagteng," jelasnya. Kondisi kelistrikan pada jaringan interkoneksi Sumbagsel dan Sumbagteng saat ini memiliki kemampuan terpasang 1240 MW dan pada beban puncak kebutuhannya mencapai 1380 MW berarti ada defisit 140 MW. "Apa bila selesai perbaikan pada PLTA Musi maka akan ada tambahan 70 MW," tambah Marna. Selain mendapat pasokan PLTA, suplai listrik untuk Provinsi Sumsel, Sumbar, Riau, Lampung, Bengkulu dan Jambi. Dari total 99 pembangkit yang ada di daerah tersebut, sebanyak delapan pembangkit saat ini ada delapan pembangkit dalam keadaan rusak. Delapan mesin pembangkit yang rusak tersebut, dua mesin berada di Provinsi Lampung, dua mesin di Provinsi Riau, dua mesin di Provinsi Sumbar dan tiga mesin yang rusak di ada di Provinsi Sumsel. (ary/)


Berita Terkait