LP Ma'arif Minta Kelulusan UN Dikembalikan Pada Guru
Kamis, 29 Jun 2006 19:22 WIB
Jakarta - Pemerintah terus didesak untuk menggelar ujian nasional (UN) ulang bagi siswa yang gagal lulus pada ujian pertama. Ujian ulang ini dianggap sebagai solusi yang adil bagi para siswa. Selain itu guru juga diminta sebagai penentu kelulusan."Kita minta supaya penentu kelulusan adalah guru (sekolah) masing-masing siswa. Ini juga sesuai dengan UU Sisdiknas," kata Ketua PP Lembaga Pendidikan (LP) Ma'arif, Nadjid Muchtar usai jumpa pers di kantornya Jl Taman Amir Hamzah, Jakarta, Kamis (29/6/2006)."Saya kira ini adalah suatu kearifan dari pemerintah jika mau untuk melakukan ujian ulang," tambah Nadjib.Menurut Nadjib, opini masyarakat saat ini keliru, jika dikatakan kalau UN diserahkan pada sekolah maka akan terjadi penyimpangan yang lebih besar."Saya kira tidak perlu ada kekhawatiran itu. Sebab, ada pengawasan dan penataran terhadap para guru sebelum menentukan kelulusan seorang siswa," tutur Nadjib.Dalam kesempatan tersebut Nadjib juga menyayangkan pernyataan Wakil Presiden Jusuf Kalla yang menurutnya sangat melukai hati para siswa yang tidak lulus ujian."Seharusnya tidak seperti itu. Mereka bisa lebih arif lagi. Jangan justru membebankan kesalahan kepada para siswa," sesal Nadjib.Nadjib juga mengaku saat ini lembaga yang dipimpinnya memiliki presentase kelulusan lebih dari 90 persen. Dan ini merupakan bukti kalau sekolah non umum juga bisa berprestasi. "Anggapan kalau sekolah Islam itu terbelakang terbantahkan," tegas Nadjib.
(ary/)











































