Jelang HUT Polri, Wartawan Desak Komjen Pastika Minta Maaf

Jelang HUT Polri, Wartawan Desak Komjen Pastika Minta Maaf

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 18:45 WIB
Jakarta - Menjelang HUT Bhayangkara 1 Juli, Kalakhar Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Made Mangku Pastika mendapat 'kado' dari wartawan. Dia dihadiahi sebuah pernyataan sikap dari Jurnalis Mabes Polri (JUMP) atas celetukannya ketika diwawancarai dalam acara penyerahan mobil dari Ny Ani Yudhoyono di kantor BNN, 20 Juni 2006."Kami meminta penjelasan resmi dan permohonan maaf dari Pastika atas pernyataannya," ujar wartawan Kantor Berita 68H Rizky saat membacakan pernyataan sikap JUMP, di Ruang Rapat Utama Mabes Polri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Kamis (29/6/2006).Pernyataan ini dibacakan saat acara briefing HUT ke-60 Bhayangkara oleh Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun. Briefing yang bersuasana resmi ini dihadiri oleh Kabareskrim Komjen Pol Makbul Padmanagara, Kalakhar BNN Komjen Pol Made Mangku Pastika, Kabaintelkan Komjen Pol Zamris Anwar, dan beberapa perwira tinggi polri lainnya.Rizky menegaskan, JUMP juga meminta Kapolri agar menginstruksikan jajaran di bawahnya agar tidak memberikan imbalan berupa uang. "Atau barang kepada jurnalis yang meliput kegiatan kepolisian," tandas Rizky membacakan.Sontak Pastika pun tak menerima pernyataan sikap ini. Dia membantah pernah mengatakan adanya pemberian uang dari dia untuk memuat berita pada acara penyerahan mobil tersebut."Saya sangat mengenal wartawan. Saya bahkan tidak pernah memberikan uang kepada wartawan agar berita dimuat," katanya dengan nada marah.Pastika pun meminta rekaman dari wawancara yang dilakukan beberapa wartawan saat acara penyerahan tersebut berlangsung. "Saat itu, acaranya relax sekali. Itu yang saya ingat. Jadi kalau benar saya berkata demikian, saya mohon maaf. Tapi saya merasa tidak bicara seperti itu," tambah Pastika.Saat itu, Pastika terlihat marah. Bahkan menjawab pertanyaan wartawan pun hanya sepotong. Melihat ini, Wakapolri segera menenangkan briefing yang malah memanas ini. "Ya saya pikir ini adalah suatu keterbukaan. Tapi kami dari Polri meminta maaf atas kejadian ini," ujar Adang mendamaikan. Kejadian ini bermula ketika acara pemberian mobil penyuluhan oleh Ny Ani Yudhoyono di kantor BNN, Jalan MT Haryono, Cawang, Jakarta Selatan pada 20 Juni. Saat itu, wartawan yang meliput acara tersebut berusaha mencari Kapolri Jenderal Pol Sutanto untuk diwawancarai. Namun Kapolri sedang mendampingi Ibu Negara.Wartawan pun kemudian beralih mewawancarai Kalakhar BNN untuk ditanyai seputar narkoba. Wawancara tersebut berlangsung lama. Di tengah-tengah wawancara, Pastika berceletuk, "Sudah yah sudah berbusa nih, ntar nggak masuk beritanya. Jangan terima duitnya aja dong, tapi beritanya nggak dimuat."Namun wartawan yang mengerubungi Pastika hanya membalas celetukan ini dengan tawa. Celetukan ini diucapkan berulang kali di tengah wawancara dengan beberapa wartawan yang tengah meliput acara penyerahan mobil tersebut. (nrl/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads