Banjir Sinjai, Kondisi Lereng Memang Rentan
Kamis, 29 Jun 2006 18:41 WIB
Jakarta - Ditinjau dari aspek geologi, kondisi lereng dan jenis batuan di Sinjai memang rentan. Ini salah satu penyebab longsor dan banjir yang melanda kabupaten di Sulawesi Selatan ini."Kemudian dipicu oleh intensifnya hujan, material longsoran disertai bawaannya seperti bangunan, vegetasi atau batang pohon yang menghambat jalannya air sungai," urai Ketua Jurusan Teknik Geologi Unhas Irzal Nur dalam jumpa pers di kantor BPPT, Jl MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis (29/6/2006).Dituturkan dia, banjir yang mencapai daerah perubahan slope (lereng) yang ekstrem dari perbukitan ke dataran di pesisir pantai timur (pada kawasan pemukiman daerah Biringere dan Panaikang) dengan selisih elevasi 0-80 mdpi yang memanjang utara-selatan.Dari situ menunjukkan kecepatan aliran bertambah secara drastis pada saat tiba di daerah perubahan slope langsung melimpah dalam volume besar hingga menyebabkan banjir."Dari pemantauan, kami juga menemukan lokasi-lokasi banjir dan longsor serta kondisi morfologi terdapat di Kabupaten Sinjai, Bulukumba, Bantaeng, dan Jeneponto," kata Irzal.Kemudian, lanjut dia, didukung dengan curah hujan yang tinggi lebih dari 100 mm per hari pada 17-20 Juni 2006. Lalu curah hujan pada 20 Juni 2006 mencapai 200 mm untuk kawasan Bulukumba-Sinjai yang merupakan nilai tertinggi selama 15 tahun terakhir.
(sss/)











































