Kalla Letakkan Batu Pertama Pembangunan Bandara Kuala Namu
Kamis, 29 Jun 2006 18:04 WIB
Deli Serdang, -
Rencana pembangunan Bandara Kuala Namu sebagai pengganti Bandara Polonia Medan mulai dilaksanakan. Pada Kamis (29/6/2006), Wakil Presiden Jusuf Kalla meletakkan batu pertama di lokasi bandara yang berada di Desa Kuala Namu, Kecamatan Beringin, Kabupaten Deli Serdang, sekitar 50 kilometer dari Medan, ibukota Sumatera Utara. "Saya berharap bandara ini dapat segera diselesaikan walau dananya minim. Dengan demikian bandara ini dapat segera dioperasikan," kata Wakil Presiden Jusuf Kalla sebelum melakukan peletakan batu pertama tersebut. Wapres yang datang didampingi Menteri Perhubungan Hatta Rajasa dan Meneg BUMN Sugiharto, menyatakan kondisi Bandara Polonia memang sudah sepatutnya perlu diperbaharui. Walaupun anggaran minim, kata Jusuf Kalla, pemerintah tetap berupaya memberi perhatian pada masalah ini. Bandara Kuala Namu yang diharapkan dapat beroperasi pada tahun 2010 mendatang, nantinya akan menjadi bandara terbesar kedua setelah Bandara Soekarno Hatta. Biaya pembangunannya diperkirakan akan menghabiskan dana Rp 4,4 triliun, di luar biaya untuk pembangunan akses lainnya. Pembangunan bandara dilakukan dua konsep yakni untuk land site (sisi darat) dan air site (sisi udara). Pembangunan land site yang meliputi gedung terminal, areal parkir dan lainnya akan dilaksanakan pihak PT Angkasa Pura II dengan dana Rp 2,2 triliun. Sedangkan pada air site dengan dana Rp 2,2 triliun akan dilaksanakan pihak Direktorat Jenderal Udara, Departemen Perhubungan. Berkaitan dengan rencana pembangunan bandara ini, PT Kereta Api membangun jaringan kereta api dari Medan menuju bandara. Titik persambungannya dimulai dari Desa Aras Kabu, Kabupaten Deli Serdang. Sebelum melakukan peletakan batu pertama bandara, Wakil Presiden sebelumnya meletakkan dan memasang alat penambat rel kereta api tersebut. Jalur rel yang akan dibangun dari Aras Kabu menuju bandara itu rencananya sepanjang sepanjang lima kilometer. Dengan dibukanya jalur kereta api tersebut, nantinya jika bandara telah beroperasi tahun 2010 mendatang, dapat dilakukan check in city (chek in di luar bandara) di stasiun kereta api Medan, Tebing Tinggi, Tanjung Balai, dan Labuhan Batu.
(nrl/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































