ADVERTISEMENT

Viral Video Ba'asyir Sebut Pemerintah Tagut, Keluarga Beri Penjelasan

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Selasa, 30 Agu 2022 11:59 WIB
Ilustrasi Ustaz Abu Bakar Baasyir
Foto ilustrasi Ustaz Abu Bakar Ba'asyir. (Denny Putra/detikcom)
Solo -

Video pendiri Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Ustaz Abu Bakar Ba'asyir viral disebut mengkhianati Pancasila, padahal sudah menyatakan menerima Pancasila. Dalam video itu, dia menyebut pemerintah sebagai tagut.

"Yang viral itu dipotong-potong. Ada pihak yang tidak bertanggung jawab memotong untuk memberi kesan sesuai apa yang dia (pemotong) inginkan," kata putra Abu Bakar Ba'asyir, Abdul Rochim Ba'asyir alias Iim, saat dihubungi detikJateng, Selasa (30/8/2022).

Seperti diketahui, dalam video viral, Abu Bakar Ba'asyir menyebut pemerintah Indonesia sebagai tagut karena tidak menjalankan syariat Islam. Ceramah tersebut dilakukan di hadapan alumni Ngruki dalam rangkaian acara 50 tahun Ponpes Al-Mukmin, Sabtu (20/8) lalu.

Menurut Abdul Rochim, Abu Bakar Ba'asyir memang menginginkan Indonesia diatur sesuai syariat Islam. Namun hal tersebut masih dalam dalam konteks sesuai Pancasila.

"Pada prinsipnya beliau ingin negara kita diatur syariat Islam, dan itu tidak bertentangan dengan Pancasila. Maksud dari kalau ada yang menolak itu maka disebut tagut, itu karena mengkhianati Pancasila sendiri, mengkhianati negara sendiri yang memberi kebebasan umat Islam menjalankan syariatnya," ungkapnya.

Iim mengatakan bahwa sikap Abu Bakar Ba'asyir yang telah mengakui Pancasila memang masih belum diterima seluruh pihak. Bahkan, menurutnya, Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, yang dua kali berkunjung ke Ponpes, mengakui bahwa masih ada pihak yang meragukan Abu Bakar Ba'asyir.


Baca selengkapnya di sini

Lihat juga video 'Abu Bakar Ba'asyir, Dari Terpidana Terorisme hingga Mengakui Pancasila':

[Gambas:Video 20detik]



(idh/idh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT