Barack Obama (3)
Kisah Jabat Tangan Bung Ikra
Kamis, 29 Jun 2006 16:52 WIB
Jakarta - Penyair Ikranagara merupakan salah satu orang Indonesia yang pernah bertemu langsung dengan Barack Obama. Bung Ikra pernah bertemu Barack saat di Jakarta. Dan pada tahun 2005 lalu, Bung Ikra juga pernah bertemu dengan Barack Obama saat dilantik sebagai senator AS di Washington DC. Bung Ikra menceritakan kisah Barack Obama ini di mailist Perkumpulan Pelajar Indonesia (PPI), Januari 2005 lalu. Dalam kisahnya, Bung Ikra mengaku bertemu Barack Obama pada 4 Januari 2005. Pertemuan berlangsung di sebuah gedung Library of Congress seusai Barack diambil sumpahnya di Washington DC. Ikra datang ke acara itu, karena memang mendapat undangan dari Barack secara kebetulan. Kebetulan, Barack Obama pernah tinggal di Indonesia dari 1969 hingga 1973. Barack ke Indonesia karena ibunya, Ann Duhan, warga negara AS menikah dengan seorang pria Indonesia bernama Soetoro. Ketika itu usia Obama baru enam tahun. Dari perkawinan Ann dengan Soetoro ini lahirlah seorang puteri bernama Maya. Lengkapnya, Maya Kassandra Soetoro. Nah, saat itu kebetulan putera pertama Ikra juga lahir pada saat itu juga. "Ketika itulah saya sempat bertemu dengan Barack Obama kecil yang panggilan sehari-hari "Berri" (Barry?). Dengan kata lain, saya mengenal Barack Obama ketika dia masih kanak-kanak, bukanlah setelah dia dewasa menjadi tokoh politik di Partai Demokrat seperti sekarang ini. Jadi, undangan untuk saya itu memang hanyalah disebabkan hal yang kebetulan itu saja," tulis Ikra.Dalam pertemuan itu, ruang resepsi banyak dijejali tamu undangan yang akan memberikan ucapan selamat kepada Barack Obama. Tamu-tamu datang dari berbagai etnis. Ini cocok dengan kampanye Barack Obama yang sering menonjolkan tentang keragaman etnis dan budaya. Ikra bercerita dalam pertemuan itu dirinya sempat berjabat tangan dengan Barack Obama sebanyak dua kali. Mengapa dua kali? Sebab, dalam keadaan berdesakan itu, tidak banyak yang bisa diperbincangkan antara tamu dengan Barack. Termasuk Ikra. "Ya, banyak yang ingin saya perbincangkan dengan dia, tetapi waktu sempit sekali yang bisa saya punyai, karena banyaknya orang dan saling berdesakan," tulis Bung Ikra.Saat jabat tangan pertama, Bung Ikra menyatakan kepada Barack Obama "Saya dari Indonesia" dalam bahasa Inggris. Ternyata Barack menjawab dalam bahasa Indonesia: "Apa kabar?" yang membuat Ikra kaget. Lantas, Ikra menyerahkan sebuah bingkisan kado untuknya. "Saya ada kado untuk Anda," kata Ikra kepada Barack dalam bahasa Inggris. Kembali Barack menjawab sambil menerima kado tersebut, "Terima kasih". Barack berbahasa Indonesia lagi.Kado itu berupa sebuah buku kumpulan puisi yang ditulis oleh sejumlah penyair Indonesia tentang Amerika ketika mereka berada di AS. Puisi Ikra juga ada di dalam buku itu. Buku itu dalam dwi-bahasa, Inggris dan Indonesia.Setelah pertemuan pertama, Ikra belum puas. Lantas Ikra menunggu Barack Obama bergerak ke arah lain. Cukup lama, karena berjubelnya orang-orang yang mau kasih selamat itu. Singkat cerita, pada jabat tangan kedua, Ikra bertanya kepada Barack, "Kapan Anda ke Indonesia?" (dalam bahasa Inggris). Barack hanya menjawab "Yes, yes, I will!" Ikar sendiri berharap Barack benar-benar mau berkunjung ke Indonesia. Nah, dalam pertemuan itu, Ikra juga bertemu dengan Maya Soetoro. Menurut Ikra, Maya sekarang tinggal di Homnolulu menjadi dosen di Jurusan Pendidikan di Universitas Hawaii. Maya bersuamikan seorang warganegara Kanada keturunan Asia. Saat itu, Maya baru saja dikarunai seorang puteri. Ikra kemungkinan masih memiliki banyak cerita tentang Barack Obama. Namun, saat detikcom mencoba menghubungi rumahnya di Tebet Dalam, Jakarta Selatan, Kamis (29/6/2006), ternyata Ikra sudah tidak tinggal di rumahnya. Rumahnya dikontrakkan. Dan ternyata, Ikra dan keluarganya tinggal di AS sejak lima tahun lalu.
(asy/)











































