Terancam Lumpur, Warga Minta Kolam C Ditutup
Kamis, 29 Jun 2006 16:04 WIB
Sidoarjo - Warga Desa Kedungbendo, Kecamatan Tanggulangin, Kabupaten Sidoarjo mendesak saluran lumpur ke kolam penampungan atau pond C di wilayahnya segera ditutup kembali. Alasannya karena bukan lumpur yang mengalir, melainkan cuma air saja.Tukin, seorang warga RT 6/RW 2, mengatakan, pembuatan saluran untuk mengalirkan lumpur ke pond C yang telah dibuat oleh Yon Zipur V sejauh 150 meter itu tidak ada artinya karena ternyata yang mengalir bukan lumpur tetapi hanya air.Menurutnya, lumpur tidak bisa mengalir karena tersumbat oleh pipa beton peninggalan Belanda yangbelum diambil oleh Yon Zipur, sehingga lumpur tetap mengancam warga di RT 4, 5, 6 RW II Kedungbendo.Ketika pengurukan yang dilakukan warga baru berjalan lima meter, berhasil dihentikan oleh Yon Zipur 5 dan dilanjutkan dengan perundingan.Di lain pihak jika tanggul ditutup kembali sesuai keinginan warga, maka lumpur akan menggenang kebadan jalan. Padahal jalan itu merupakan satu-satunya akses menuju Desa Renokenongo, serta jalur pengiriman bantuan logistik menuju Pos Komando Taktis yang letaknya tidak jauh dari lokasi tersebut.Untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, saat ini sedang dilakukan perundingan antara warga Kedungbendo, Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera, bersama Yon Zipur 5 Kepanjen Malang.Pantauan di lapangan, tanggul yang telah dibuat oleh Yon Zipur V bersama warga telah mencapai panjang 150 meter dan lebar 1,5 meter mulai dari RT 6 sampai pond C. Sementara itu ketinggian lumpur di RT 5/RW 2 Desa Kedungbendo kini telah mencapai 30-40 cm.Sementara di Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera di Kedungbendo ancaman luapan lumpur sulit dihindari. Warga setempat pun banyak yang sudah membangun tanggul di pintu masuk perumahannya masing-masing.Bahkan tidak sedikit yang membuat tanggul dari semen agar semakin kuat saat lumpur mulai datang nanti.
(nrl/)











































