LKPP Dorong Produk Dalam Negeri & UMK-Koperasi di Pembangunan IKN

ADVERTISEMENT

LKPP Dorong Produk Dalam Negeri & UMK-Koperasi di Pembangunan IKN

Erika Dyah - detikNews
Senin, 29 Agu 2022 22:16 WIB
Abdullah Azwar Anas
Foto: Ardian Fanani
Jakarta -

Kepala Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), Abdullah Azwar Anas mengapresiasi progres pembangunan infrastruktur ibu kota negara (IKN). Diketahui, pemerintah baru saja menggelar prosesi penandatanganan kontrak secara simbolis terkait pekerjaan pembangunan infrastruktur IKN hari ini.

Dalam pertemuan yang berlangsung di Auditorium Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (KemenPUPR), Anas mengungkap pihaknya mendukung pembangunan IKN tak hanya dalam pembangunan fisik semata. Tapi juga mempersiapkan tumbuhnya titik-titik ekonomi baru.

"Sesuai arahan Presiden Joko Widodo, LKPP telah menerbitkan Peraturan LKPP terkait pedoman penyediaan infrastruktur dan pengadaan barang/jasa IKN yang semangat utamanya adalah pro produk dalam negeri (PDN) dan usaha mikro-kecil/UMK serta koperasi," ujar Anas dalam keterangan tertulis, Senin (29/8/2022).

Ia menambahkan LKPP mengapresiasi Kementerian PUPR yang berkomitmen mengakomodasi dan mengoptimalkan PDN dan UMK-Koperasi dalam pembangunan IKN ke depannya.

"Misalnya marmer tidak perlu dari luar negeri. Lalu AC, lampu, dan sebagainya yang digunakan di IKN, harus produk dalam negeri. Ini sesuai arahan Presiden Jokowi, termasuk harus melibatkan UMKM-UMKM dan pelaku usaha Kalimantan," jelas Anas.

Anas menegaskan salah satu catatan penting dalam Peraturan LKPP terkait pengadaan di IKN ialah semangat keberpihakan kepada PDN dan UMK-Koperasi.

"Ini sekaligus menjadi bukti bahwa, sekali lagi, pembangunan IKN Nusantara bukan semata-mata soal pemindahan fisik ibukota, tetapi yang jauh lebih penting: transformasi paradigma tentang Indonesia Maju yang inklusif, termasuk dalam hal pengadaan barang/jasanya yang memberi dampak ke pemerataan ekonomi melalui PDN dan UMK-Koperasi," jelas Anas.

Ia menambahkan pembangunan IKN bisa menjadi momentum pengungkit Indonesia untuk dapat bangkit dari keterpurukan ekonomi di tengah pandemi COVID-19.

"Kita harus optimistis. Saat ini pemulihan ekonomi berjalan on the track. Pengendalian inflasi, kinerja nilai tukar rupiah, pertumbuhan ekonomi Indonesia masuk jajaran yang terbaik di Asia. Ini momentum, menyuntikkan semangat bagi kita untuk menjadikan IKN sebagai daya dongkrak untuk mewujudkan pemerataan ekonomi, ekonomi yang inklusif, ekonomi yang Indonesia Sentris," paparnya.

Lebih lanjut, Anas mengungkap LKPP terus mempercepat pengembangan e-Katalog dan saat ini ada 843.145 produk tayang di e-Katalog. Adapun jumlah penyedia skala kecil-menengah telah mencapai 12.740 pelaku usaha, melampaui penyedia skala besar yang mencapai 5.809 pelaku usaha.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT