RI-Rusia Teken Mou Alutsista

RI-Rusia Teken Mou Alutsista

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 15:25 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia dan Rusia akan menandatangani MoU tentang komitmen pengadaaan alat utama sistem persenjataan (Alutsista) bagi TNI. Penandatanganan ini berkaitan dengan tawaran kredit negara dari Rusia."Dalam pertemuan dengan delegasi Rusia-Indonesia yaitu komisi teknik militer, ada hal-hal yang progesif, yaitu MoU untuk komitmen pengadaaan alutsita TNI yang berasal dari Rusia," ujar Sekjen Dephan Letjen TNI Sjafrie Sjamsudin.Hal ini disampaikan dia usai menerima paparan dari delegasi Rusia yang dipimpin oleh First Deputy of Federal Military Technical Cooperation Alexander V Denisov di Gedung Ditjen Rencana Pertahanan Dephan, Jalan Budi Kemulian, Jakarta Pusat, Kamis (29/6/2006).Penandatanganan MoU ini rencananya akan dilakukan Kamis ini pukul 16.00 WIB di Hotel Borobudur, Jakarta.Menurut Sjafrie, dengan adanya MoU ini diharapkan menjadi landasan bagi kedua pemerintah merealisasikan suatu kebutuhan alutsista yang diperlukan bagi TNI, khususnya Angkatan Udara, Angkatan Laut dan Angkatan Darat.Untuk skema pengadaan alutsista, anggarannya sangat bervariasi. Namun Indonesia mengutamakan kredit negara yang ditawarkan Rusia. Tetapi tidak tertutup kemungkinan menggunakan fasilitas yang diusulkan oleh bank pemerintah Rusia dalam mendukung pembiayaan.Untuk alutsista yang dibutuhkan AU dari Rusia adalah 6 pesawat tempur Sukhoi yang diharapkan dapat direalisasikan mulai 2007. Sedangkan untuk AL antara lain dibutuhkan kapal di atas permukaan seperti fregat, destroyer, dan juga kapal selam. Namun hal itu masih akan disesuaikan dengan siklus anggaran yang ada.Mengenai jangka waktu yang ditawarkan Rusia, menurut Sjafrie, sangat bermacam-macam, bahkan ada yang 13 tahun. Tawaran kredit negara ini sangat efisien karena grass periode hanya 3 tahun, tidak ada insurance fee, commitment fee, management fee, atau setidaknya bisa menghemat lebih dari 12,25 persen dibanding beli dari negara lain.Tawaran kredit negara dari Rusia ini mencapai US$ 1 miliar. Untuk pengadaan 6 pesawat Sukhoi setidaknya dibutuhkan dana antara US$ 300-330 juta.Dijelaskan Sjafrie, usai Mou, tahap selanjutnya adalah bagaimana ditingkatkan ke tingkat pimpinan kedua negara masing-masing, yaitu adanya pembicaraan di antara dua kepala negara untuk pengadaan alutsista ini. Hanya saja dia belum bisa memastikan kapan kedua kepala negara akan bertemu. (san/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads