ADVERTISEMENT

Area Revitalisasi Kota Tua Ramai Dikunjungi Warga, Ada yang dari Cikarang

Khairul Ma'arif - detikNews
Minggu, 28 Agu 2022 17:05 WIB
Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta (Khairul Maarif/detikcom)
Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta (Khairul Ma'arif/detikcom)
Jakarta -

Area revitalisasi Kota Tua, Jakarta, ramai dikunjungi warga sore ini. Ada warga yang datang dari luar kota.

Pantauan detikcom di lokasi, Minggu (28/8/2022) pukul 16.16 WIB, tampak warga memadati kawasan Kota Tua, yang saat ini hanya khusus pejalan kaki dan pesepeda. Sejumlah warga terlihat naik sepeda ontel.

Selain itu, ada hiburan, seperti live music. Beberapa warga duduk lesehan untuk menikmati live music tepat di depan Stasiun Jakarta Kota.

Tidak tampak pedagang kaki lima (PKL). Banyak warga yang berswafoto di sejumlah spot.

Terlihat tempat sampah berukuran besar berada di sudut-sudut jalan. Ada pula beberapa tempat duduk di tepian. Di tengah jalur pedestrian ini ditanami pepohonan.

Di sini juga ada jalur pesepeda dengan dasar beton berwarna garis putih putus-putus.

Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta (Khairul Ma'arif/detikcom)Revitalisasi kawasan Kota Tua Jakarta (Khairul Ma'arif/detikcom)

Seorang warga Cikarang, Nimatul Basriah, mengaku cukup puas terhadap kondisi revitalisasi saat ini.

"Tahu kemarin sih pas proses pembangunan renovasi pernah ke sini. Lebih bagus, lebih menarik, lebih enak sekarang," katanya kepada detikcom saat ditemui di lokasi, Minggu (28/8).

Nimatul menyebut kondisi area revitalisasi masih semrawut. Ia berharap pejalan kaki dipisahkan dengan pesepeda.

"Ya lumayan (puas). Tapi kalau dijadikan satu seperti ini ke sepeda agak ruwet ya. Kalau sendiri sepeda pisah sendiri enak jadinya. Kalau kayak gini kayak semrawut banget," ungkapnya.

Nimatul jauh-jauh dari Cikarang ke Kota Tua untuk berlibur bersama anaknya. Ia memilih liburan ke sini karena harga yang terjangkau.

"Saya dari Cikarang ke sini emang untuk liburan bersama anak dan teman. Saya kan ke sini naik KRL jadi harganya agak terjangkau. Ke sini karena menarik juga buat," tuturnya.

Warga lainnya bernama Azan Ishak mengapresiasi revitalisasi kawasan ini. Sebelum direvitalisasi, terang Azan, kondisinya lebih semrawut.

"Ya karena jalannya baru sih dulu kan agak macet jika buat jalan jadi tidak nyaman, ya sekarang makin enak sih. Jadi makin rame gitu," bebernya.

"Lebih enak banget. Membantu banget jadi tidak perlu nyebrang, tidak perlu khawatir aman sekarang. Jalannya lebih cepat jadi tidak ada hambatan lagi kendaraan jadi tidak macet-macet lagi," katanya.

Warga Jakarta Pusat ini meminta para wisatawan yang menggunakan sepeda menggunakan jalur khusus pesepeda.

"Iya sepeda sih sebetulnya agak kurang juga ya karena ada jalurnya ya. Ini kan jalur sepeda harusnya mereka jalannya di sini masih agak kurang imbauan aja sebenernya. Kurang tegas juga sebenarnya. Kadang saya juga pas lewat sini tahunya ada sepeda lewat itu bahaya juga sih sebenarnya, apalagi banyak anak-anak," pungkasnya.

Revitalisasi Terus Berlanjut

Sebelumnya diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memastikan revitalisasi Kawasan Kota Tua terus berlanjut. Ke depan, Anies meminta penataan kawasan diupayakan tanpa menghilangkan kampung-kampung yang terletak di sekitar Kota Tua.

"Proses ini (revitalisasi) berjalan terus sehingga sekitar 600 hektare ini nantinya bisa tertata dengan baik. Harus diingat di sini bukan hanya bangunan bersejarah, di sini ada juga kampung-kampung tua, dan kampung-kampung tua ini jangan dihilangkan," kata Anies di Plaza Jalan Lada, Kota Tua, Jakarta Barat, Jumat (26/8).

Anies menekankan pihaknya tengah mengupayakan membangun masa depan kota ramah lingkungan melalui perluasan jalur pedestrian hingga penerapan kawasan emisi rendah atau low emission zone (LEZ). Namun Anies memandang ada perkampungan tua yang perlu diperhatikan. Salah satunya Kampung Kunir, yang berlokasi di Taman Sari, Jakarta Barat.

"Kampung-kampung tua ini harus dirawat, dikembangkan, karena itu bagian dari sejarah perjalanan bangsa kita. Sebagian warganya kelihatan ada di sini nih, Kampung Kunir," ujarnya.

Simak Video 'Anies Baswedan Harap Kota Tua Jadi Wisata Internasional':

[Gambas:Video 20detik]



(isa/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT