Bali Berjuang untuk Tetap Mendunia

Bali Berjuang untuk Tetap Mendunia

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 10:41 WIB
Denpasar - Serangan bom yang menghantam Bali pada 2002 disusul dengan tragedi bom 2005, benar-benar membuat Pulau Dewata terluka. Bagaimana tidak? Selain merenggut banyak korban jiwa, aksi keji para teroris itu juga berdampak pada denyut perekonomian rakyat. Apalagi kalau bukan dikarenakan menciutnya jumlah turis asing yang datang ke Bali.Pariwisata memang primadona warga Bali. Namun sejak ledakan bom Bali I, terlebih lagi pascabom Bali II, turis mancanegara tidak lagi antusias untuk datang menikmati keindahan pulau itu. Ini terbukti dengan menurunnya jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Bali.Menurut data pemerintah, pada tahun 2004 tercatat 1.458.309 turis mancanegara yang singgah ke Bali. Pada tahun 2005, jumlahnya berkurang menjadi 1.386.449 wisatawan asing. Akibat ledakan bom Bali II pada Oktober 2005, ketangguhan sektor pariwisata Bali benar-benar diuji. Sejak Januari hingga Mei 2006, baru tercatat sebanyak 442.992 turis asing yang menginjakkan kaki ke bumi Bali. Ini menyusut 19,85 persen dibandingkan waktu yang sama pada tahun 2005. Kondisi ini tentu tidak bisa dibiarkan berlarut-larut.Berbagai cara dilakukan untuk mengangkat kembali kekuatan pariwisata Bali sebagai primadona. Pemerintah setempat misalnya, telah membentuk badan koordinasi keamanan di daerah-daerah kabupaten serta membuat tim kepariwisataan Bali.Pemerintah RI pun merangkul pihak-pihak asing demi memulihkan citra Bali di mata komunitas internasional. Salah satunya dengan menjalin kerjasama dengan maskapai penerbangan terkemuka Singapore Airlines (SIA). Kerjasama untuk meningkatkan kunjungan wisata ke Indonesia ini berlaku sejak 1 Juli 2006 hingga 30 Juni 2007 mendatang.Sesuai kesepakatan yang diteken pada 27 Juni di Denpasar, Bali, SIA dan Departemen Budaya dan Pariwisata akan melanjutkan kegiatan kolaborasi global untuk mengembangkan dan mempromosikan Indonesia sebagai tujuan wisata internasional. SIA akan melakukan kampanye pemasaran di negara-negara Eropa, Amerika dan Asia. Untuk itu SIA akan memberi kontribusi senilai US$ 200.000 untuk mendanai berbagai kegiatan di pasar yang disepakati.Khusus untuk Bali, SIA menyerahkan dana senilai US$ 13.000 kepada pemerintah daerah Bali untuk pelestarian budaya dalam mendukung program pemulihan pariwisata Bali. Sehingga Bali bisa kembali bangkit menjadi salah satu tujuan wisata dunia."Kesepakatan kerjasama ini menunjukkan komitmen dan dukungan kami terhadap pariwisata Indonesia dan industri lain yang terkait di dalamnya, serta memperkuat kemitraan kami dengan Departemen Budaya dan Pariwisata Indonesia," kata Xavier Lim, Divisional Vice President Marketing SIA saat penandatanganan kesepakatan di Denpasar.Kesepakatan kerjasama pemerintah RI dengan SIA sebenarnya telah dimulai sejak tahun 2000 lalu. Namun sejak tragedi Bali II, kerjasama itu dirasakan kian perlu. Hal ini diakui benar oleh Direktur Jenderal Pemasaran Departemen Budaya dan Pariwisata Indonesia, Thamrin Bachri yang mewakili pemerintah RI dalam penekenan kerjasama tersebut. "Indonesia dan Singapore Airlines akan lebih aktif lagi dalam melakukan kerjasama promosi pariwisata Indonesia," katanya.Kini, perlahan tapi pasti, masyarakat Bali bangkit berjuang untuk mengangkat kembali citra pariwisata mereka yang telah mendunia. (ita/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads