Obat Oral COVID-19 dari Pfizer Dapat Izin BPOM!

ADVERTISEMENT

Obat Oral COVID-19 dari Pfizer Dapat Izin BPOM!

Antara News - detikNews
Jumat, 26 Agu 2022 18:30 WIB
Ilustrasi logo Pfizer (REUTERS/Dado Ruvic)
Ilustrasi Logo Pfizer (REUTERS/Dado Ruvic)
Jakarta -

Pfizer mengklaim telah mendapatkan izin Penggunaan Darurat (Emergency Use Authorization atau EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk penggunaan obat oral COVID-19. Obat tersebut ialah Nirmatrelvir 150 mg/Ritonavir 100 mg tablet salut selaput.

Tablet antivirus Pfizer tersebut diindikasikan untuk penanganan COVID-19 pada orang dewasa yang tidak memerlukan oksigen tambahan serta mengalami peningkatan risiko perburukan COVID-19 yang menjadi lebih berat.

Obat ini terdiri atas nirmatrelvir, yaitu penghambat protease 3CL (lebih dikenal dengan Protease Utama atau Mpro) yang secara khusus dikembangkan di laboratorium Pfizer untuk melawan SARS-CoV-2.

Pengobatan oral harus dilakukan dalam lima hari pertama dari munculnya gejala infeksi dan setelah hasil positif dari tes virus SARS-CoV-2.

Country Manager PT Pfizer Indonesia Nora T Siagian mengatakan persetujuan untuk penggunaan obat ini di Indonesia merupakan tonggak penting dalam perjuangan melawan COVID-19.

"Terobosan ini diharapkan membuka jalan bagi penggunaan antivirus oral Pfizer, di mana pada saat yang sama perusahaan kami juga berusaha mengatasi ancaman COVID-19 varian baru," kata Nora dalam siaran pers seperti dilansir Antara, Jumat (26/8/2022).

Meskipun vaksinasi tetap menjadi cara yang efektif untuk membantu mencegah COVID-19, menurutnya terapi oral ini bisa memberikan garis pertahanan penting, yaitu untuk mengurangi jumlah rawat inap dan membantu menyelamatkan nyawa.

"Mengurangi jumlah rawat inap dapat mengurangi biaya medis yang terkait dengan perawatan COVID-19 dan membantu meringankan beban yang dihadapi oleh anggota masyarakat yang berada di garis depan pandemi," ujarnya.

Pfizer menyatakan berkomitmen dalam mengupayakan akses yang adil terkait pengobatan oral COVID-19 untuk pasien berisiko tinggi yang membutuhkan, dengan tujuan memberikan terapi oral yang aman dan efektif sesegera mungkin dan dengan harga yang terjangkau.

Jika diizinkan atau disetujui penggunaannya selama pandemi, Pfizer akan menawarkan terapi oral melalui pendekatan penetapan harga berjenjang berdasarkan tingkat pendapatan setiap negara untuk mempromosikan kesetaraan akses di seluruh dunia, ketika negara berpenghasilan tinggi akan membayar lebih tinggi dari negara berpenghasilan rendah.

(jbr/tor)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT