Selama Piala Dunia, Listrik Jawa-Bali Tak Ada Masalah

Selama Piala Dunia, Listrik Jawa-Bali Tak Ada Masalah

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 08:02 WIB
Jakarta - Piala Dunia 2006 tengah berlangsung. Meski demikian, pasokan listrik Jawa-Bali relatif aman. Alasannya, untuk daerah tersebut tersedia pembangkit listrik alternatif non-bahan bakar minyak (BBM).Pembangkit listrik alternatif yang dimaksud adalah yang menggunakan batu bara sebagai bahan bakar."Apalagi Piala Dunia ini kan waktu berlangsungnya ada yang saat beban puncak sekitar pukul 20.00 WIB dan di luar beban puncak yakni setelah pukul 23.00 WIB," ujar General Manager Pusat Penyaluran dan Pengatur Beban (P3B) Perusahaan Listrik Negara PLN Jawa-Bali Muljo Adjie.Hal itu disampaikan Muljo dalam perbincangan dengan detikcom, Kamis (29/6/2006) pukul 06.15 WIB.Ditambahkan dia, selepas pukul 23.00 WIB ada kenaikan beban antara 200 hingga 300 megawatt."Ini juga tergantung tim yang main, kalau yang main bagus, tambahan bebannya di luar beban puncak ya tambah banyak. Utamanya mungkin pada babak perempat final hingga final," imbuh Muljo.Sehingga, menurut Muljo, apabila Pertamina mengurangi pasokan minyak untuk PLN, maka yang akan mengalami dampaknya adalah daerah di luar Jawa-Bali. "Di sana pembangkit listrik hanya dengan BBM soalnya," katanya.Muljo lantas berharap utang PLN ke Pertamina akan selesai dengan offset, karena Pertamina juga mempunyai kewajiban pada pemerintah. Sehingga pengurangan pasokan BBM sebesar 50% tidak terjadi."Jadi, silakan saja mengikuti Piala Dunia, tapi harus tetap menghemat pemakaian listrik. Harus dipahami juga bahwa untuk mendapatkan listrik itu mahal," urai dia.Jadi Piala Dunia tidak menjadikan beban listrik? "Pertandingan pada saat beban puncak tidak berpengaruh apa-apa karena semua televisi menyala. Saat di luar beban puncak itu pasti ada beban tambahan yang sekitar 200-300 MW itu," tandas Muljo. (nvt/)


Berita Terkait