Alasan PN Jakpus Kalahkan Kedai Kopi Starbucks Vs Rokok Starbucks

ADVERTISEMENT

Alasan PN Jakpus Kalahkan Kedai Kopi Starbucks Vs Rokok Starbucks

Andi Saputra - detikNews
Jumat, 26 Agu 2022 15:26 WIB
Fakta unik Starbucks
Foto: stories.starbucks.com
Jakarta -

Mahkamah Agung (MA) akhirnya memenangkan Starbucks Coffee melawan merek rokok Starbucks. Sebelumnya, kedai kopi itu kalah oleh merek rokok tersebut. Apa alasan Pengadilan Niaga pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (PN Jakpus)?

Putusan PN Jakpus itu diketok oleh ketua majelis Kadarisman Al Riskandar dengan anggota M Djoenaidie dan Heru Hanindyo. Berikut ini alasan ketiganya memenangkan rokok Starbucks berdasarkan putusan yang dilansir website MA, Jumat (26/8/2022):

Majelis Hakim dapatlah menyimpulkan bahwa Turut Tergugat (Kemenkumham) yang menerbitkan sertipikat hak atas merek milik Tergugat (rokok Starbucks), Turut Tergugat (Kemenkumham) telah memeriksa permohonan pendaftaran merek milik Tergugat sesuai dengan ketentuan peraturan perundangan-undangan yang berlaku, termasuk memeriksa apakah merek milik Tergugat tersebut dimohonkan atas dasar iktikad tidak baik dengan mengacu pada ada atau tidaknya persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar milik pihak lain yang telah terdaftar lebih dahulu , dan pada saat proses pendaftarannya Turut Tergugat tidak menemukan adanya merek pihak lain yang sudah terdaftar lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis yang mempunyai persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek yang dimohonkan oleh Tergugat tersebut.

Sehingga menurut Turut Tergugat permohonan pendaftaran merek milik Tergugat dapat terdaftar karena telah sesuai dengan proses hukum yang berlaku di bidang merek dan tidak bisa dikualifikasikan ke dalam merek yang didaftar atas dasar iktikad tidak baik dengan meniru baik pada pokoknya atau keseluruhannya merek milik Penggugat.

Bahwa dari uraian tersebut selanjutnya di atas maka majelis hakim berkesimpulan dari keseluruhan alat bukti surat yang diajukan oleh Penggugat tidak ada satupun alat bukti surat yang dapat membuktikan bahwa Tergugat mempunyai itikad tidak baik dalam mengajukan permohonan pendaftaran merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat, sehingga tidak berdasar cukup alasan menurut hukum untuk membatalkan merek Tergugat tersebut, yang terdaftar dengan Nomor pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat.

Tidak benar Tergugat mempunyai iktikad yang tidak baik pada waktu mengajukan permintaan pendaftaran merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat sehingga merek STARBUCKS No. Pendaftaran IDM000342818 di kelas 34 milik Tergugat tidak terdapat alasan menurut harus dibatalkan, sehingga dengan demikian majelis hakim berkesimpulan bahwa Penggugat tidak dapat membuktikan dalil pokok gugatan sehingga petitum yang mendasarkan adanya dalil pokok gugatan yaitu petitum nomor 2 yang pada pokoknya memohonkan agar pengadilan menyatakan bahwa Tergugat beriktikad tidak baik pada waktu mengajukan permintaan pendaftaran merek STARBUCKS NO. Pendaftaran IDM00034818 di kelas 34 milik Tergugat secara otomatis harus dinyatakan ditolak.

Bahwa untuk menentukan suatu merek adalah sebagai "merek terkenal (Well-Known Mark), maka yang menjadi dasar pedoman kriteria adalah ketentuan Pasal 18 Peraturan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Nomor 67 Tahun 2016 tentang Pendaftaran Merek, yang pada pokoknya menentukan kriteria "merek terkenal" yaitu dilakukan dengan memperhatikan pengetahuan umum masyarakat konsumen atau masyarakat pada umumnya yang memiliki hubungan baik pada tingkat produksi, promosi, distribusi, maupun penjualan terhadap barang dan/atau jasa yang dilindungi oleh Merek terkenal dimaksud.

Kriteria dimaksud harus mempertimbangkan:

1. Tingkat pengetahuan atau pengakuan masyarakat terhadap Merek tersebut di bidang usaha yang bersangkutan sebagai Merek terkenal.
2. Volume penjualan barang dan/atau jasa dan keuntungan yang diperoleh dari penggunaan Merek tersebut oleh pemiliknya.
3. Pangsa pasar yang dikuasai oleh Merek tersebut dalam hubungannya dengan peredaran barang dan/atau jasa di masyarakat
4. Jangkauan daerah penggunaan Merek.
5. Jangka waktu penggunaan Merek.
6. Intensitas dan promosi Merek, termasuk nilai investasi yang dipergunakan untuk promosi tersebut.
7. Permohonan atau pendaftaran Merek di Negara lain.
8. Tingkat keberhasilan penegakan hukum di bidang Merek, khususnya mengenai pengakuan Merek tersebut sebagai Merek terkenal oleh lembaga yang berwenang.
9. Nilai yang melekat pada Merek yang diperoleh karena reputasi dan jaminan kualitas barang dan/atau jasa yang dilindungi oleh Merek tersebut.
Menimbang, bahwa kriteria global sebagai instrumen internasional untuk
menentukan "Merek Terkenal" (Well-Known Mark) berikut bentuk perlindungan hukumnya adalah ketentuan Pasal 6 bis Paris Convention for the Protection of Industrial Property Rights (Paris Convention, 1967) yaitu dalam menentukan suatu merek merupakan terkenal, maka Negara harus memperhitungkan pengetahuan tentang merek tersebut maupun pengetahuan yang diperoleh dari promosi merek yang bersangkutan;

Atas kekalahan itu, kedai kopi Starbucks tidak terima dan mengajukan kasasi. Gayung bersambut.

"Membatalkan merek Starbucks Nomor Pendaftaran IDM000342818 dalam Kelas 34 milik Tergugat dari Daftar Umum Merek dengan segala akibat hukumnya. Menyatakan merek Starbucks milik Penggugat sebagai merek terkenal," putus majelis kasasi.

Duduk sebagai ketua majelis I Gusti Agung Sumanantha dengan anggota Panji Widagdo dan Dwi Sugiarto. Demikian alasan majelis memenangkan kedai kopi Starbucks:

Penggugat dapat membuktikan dalil gugatannya bahwa merek Starbucks milik Penggugat merupakan merek terkenal sebagaimana bukti P-6 sampai dengan bukti P-17 merek Starbucks milik Penggugat telah didaftarkan di berbagai Negara, jangkauan penggunaan merek, jangka waktu penggunaan merek serta berdasarkan bukti P-21 sampai dengan bukti P-24 membuktikan adanya promosi yang gencar dan besar-besaran;

Bahwa merek Starbucks milik Penggugat telah terdaftar atau diajukan permohonan pendaftaran mereknya di berbagai Negara, jauh sebelum Tergugat mengajukan permohonan pendaftaran merek Starbucks Tergugat di Indonesia pada bulan September 1992 melalui Turut Tergugat (Kemenkumham)

Bahwa merek Starbucks milik Tergugat ternyata mempunyai persamaan pada pokoknya dengan merek Starbucks milik Penggugat dalam bentuk susunan dan jumlah huruf serta adanya persamaan bunyi dan ucapan sehingga pendaftaran merek Tergugat pada Daftar Merek di Kantor Turut Tergugat dilakukan dengan iktikad tidak baik yang ingin membonceng keterkenalan merek Penggugat, patut diduga dalam mendaftarkan mereknya Tergugat memiliki niat untuk meniru, menjiplak atau mengikuti merek pihak lain demi kepentingan usahanya yang dapat menimbulkan kondisi persaingan usaha tidak sehat, mengecoh atau menyesatkan konsumen.

(asp/zap)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT