Pendeteksi Semburan Lumpur Lapindo Segera Beroperasi
Kamis, 29 Jun 2006 02:34 WIB
Sidoarjo - Pemasangan snubbing unit atau alat pendeteksi semburan lumpur oleh Lapindo Brantas pada 28 Juni kemarin sudah mencapai 90%. Untuk persiapan operasi bahkan sudah dilakukan tes blow out preventer (BOP) dan temperature test (pemeriksaan suhu).Dalam rilis yang diterima detikcom, Rabu (28/6/2006) dari General Manager Lapindo Brantas Inc Imam Agustino menjelaskan snubbing unit ini akan menghimpun data pengeboran di Sumur Banjarpanji (BJP-1), Sidoarjo, Jawa Timur.Pengeboran ini ditargetkan mencapai 9.297 kaki, sama seperti kedalaman yang pernah dicapai oil rig (pengebor minyak) sebelumnya."Bila sumber luapan lumpur alami ini ditemukan, maka diupayakan segera ditutup. Sehingga luapan lumpur dapat dihentikan dan penanganan dialihkan ke permukaan daerah yang terkena dampak," kata Imam.BOP lama yang sudah diangkat, menurut rencana, akan diganti dengan yang baru. Perangkat ini menjadi satu kesatuan dengan snubbing unit.Sejumlah peralatan lain yang akan dimasukkan ke dalam sumur BJP-1 di antaranya hydrolic work over unit (semacam alat hidrolik yang memiliki sensor untuk menghimpun data gyro/arah sumur) serta alat ultra sonografi yang berguna mendeteksi aliran lumpur di luar chasing (selubung bor) milik Lapindo.Target pertama unit ini adalah membersihkan semen lapisan pertama di kedalaman 2.305 kaki, dan lapisan berikutnya di kedalaman 2.590 kaki."Jika semua peralatan ini bisa bekerja dengan baik, diharapkan sumber luapan lumpur bisa segera diidentifikasi. Setidaknya butuh waktu tiga minggu untuk operasional snubbing unit ini sampai didapatdata-data yang kami butuhkan," imbuh Imam.Jika langkah snubbing unit menghentikan sumber aliran lumpur di bawah permukaan gagal, maka akan dilakukan metode relief well yaitu menggali sebuah sumur baru lagi dalam garis lurus antara sumur BJP-1 dengan rekahan sumber lumpur.Persisnya ada di sekitar PT Catur Putra Surya (CPS) atau 500 meter arah barat daya dari rekahan sumber lumpur. Pengeboran akan dibuat miring dari dua relief well untuk menutup sumber di bawah permukaan berdasar data yang dihasilkan snubbing unit sebelumnya.Saat ini peralatan rig/ pengeboran ini sudah dimobilisasi dari Pulau Seram dan dijadwalkan akan tiba di Surabaya 15 Juli mendatang, sekaligus mendatangkan tenaga ahli dan peralatan canggih dari perusahaan Australia (Century Resources)."Perusahaan ini pernah sukses menangani bencana luapan lumpur dari kegiatan eksplorasi gas dan minyak di Banglades. Saat ini yang kami butuhkan bukan hanya peralatan canggih, tetapi juga sebuah tim yang bisa menangani dengan baik," urai Imam.
(nvt/)











































