Kemlu Tuntut Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nakhoda Kapal RI

ADVERTISEMENT

Kemlu Tuntut Penjelasan Papua Nugini soal Penembakan Nakhoda Kapal RI

Antara - detikNews
Kamis, 25 Agu 2022 18:16 WIB
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha.
Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu, Judha Nugraha (Dok. Kemlu RI)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri RI menuntut dilakukannya investigasi menyeluruh terhadap insiden penembakan seorang nelayan Indonesia oleh aparat keamanan Papua Nugini.

Permintaan tersebut disampaikan Kemlu RI ketika memanggil Kuasa Usaha ad Interim Kedutaan Besar Papua Nugini di Jakarta pada Rabu (24/8/2022), terkait insiden yang menewaskan nelayan bernama Sugeng tersebut.

"Kemlu meminta penjelasan kepada pemerintah Papua Nugini atas insiden penembakan ini dan meminta dilakukan investigasi secara menyeluruh dan diterapkannya hukuman secara tegas jika ditemukan pelanggaran prosedur, termasuk kemungkinan penggunaan kekuatan yang berlebihan (excessive use of force)" kata Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kemlu Judha Nugraha dalam pengarahan media secara daring, seperti dilansir Antara, Kamis (25/8).

Kepada pemerintah Papua Nugini, Indonesia menyampaikan pernyataan sangat menyesalkan insiden penembakan yang terjadi pada 22 Agustus 2022 terhadap Sugeng yang merupakan nakhoda KMN Calvin 02.

Selain itu, Kemlu meminta informasi mengenai penahanan dua kapal lainnya, yaitu KMN Arsila 77 yang diawaki tujuh orang kru dan KMN Baraka Paris yang diawaki enam orang kru oleh otoritas Papua Nugini.

"Kemlu meminta akses kekonsuleran segera diberikan untuk dapat menemui para nelayan," tutur Judha.

Sebagai tanggapan, kata Judha, Kuasa Usaha ad Interim Kedubes Papua Nugini menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Sugeng.

"Kedubes Papua Nugini mengkonfirmasi adanya patroli rutin pada saat insiden terjadi. Berbagai permintaan Indonesia pun akan segera disampaikan kepada pihak-pihak terkait di Port Moresby," kata Judha, merujuk pada ibu kota Papua Nugini.

Lebih lanjut, Dubes RI untuk Papua Nugini Andriana Supandi telah melakukan komunikasi dengan berbagai pejabat pemerintah Papua Nugini. KBRI Port Moresby juga sudah menyampaikan nota diplomatik secara resmi untuk menyampaikan berbagai perhatian Indonesia.

Sebelumnya, tentara Papua Nugini (PNGDF) diduga menembak kapal nelayan asal Merauke, Papua, yang masuk ke perairan Papua Nugini.

Berdasarkan laporan awal yang diterima pada 22 Agustus, terungkap ada tiga kapal nelayan yang menangkap ikan di perairan Papua Nugini-dua kapal berhasil ditangkap dan satu kapal melarikan diri.

Ketika mencoba melarikan diri, kapal tersebut ditembak hingga mengenai salah satu nelayan bernama Sugeng.

Simak juga 'Bupati Mamberamo Tengah Bawa 3 Tas saat Kabur ke Papua Nugini':

[Gambas:Video 20detik]

(idh/imk)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT