Rapat Komisi X dan Mendiknas Soal UN Ulang Alot

Rapat Komisi X dan Mendiknas Soal UN Ulang Alot

- detikNews
Kamis, 29 Jun 2006 00:45 WIB
Jakarta - Rapat kerja (raker) antara Komisi X DPR dan Mendiknas yang membahas pro-kontra Ujian Nasional (UN) ulangan berlangsung alot. Mendiknas Bambang Sudibyo keukeuh tidak akan menyelenggarakan UN ulang.Sementara itu fraksi-fraksi di Komisi X juga masih belum belum bulat menentukan sikap terhadap UN ulang.Rapat yang dimulai Rabu (28/6/2006) sejak pukul 19.15 WIB rencanaya akan berakhir pukul 23.00 WIB. Namun interupsi yang datang bertubi-tubi membuat Masduki Baedlowi yang bertindak sebagai pimpinan rapat berkali-kali memutuskan menambah waktu.Hingga Kamis (29/6/2006) pukul 00.30 WIB belum ada tanda-tanda raker yang digelar di Gedung DPR, Jl Gatot Soebroto, Jakarta, itu akan berkahir.Bahkan pimpinan sidang sempat bersitegang dengan anggota Komisi X dari FPAN Totok Daryanto. Ketegangan berawal dari interupsi Totok yang menyakatan pimpinan sidang telah memaksakan kehendaknya dalam memberikan opsi keputusan.Tidak terima dengan pernyataan Totok, Masduki meminta Totok mencabut penyataannya. "Anda memang kawan saya, tapi dalam persidangan ini tolong hargai posisi saya, dan cabut pernyataan Anda," kata Masduki dengan nada tinggi.Totok akhirnya mencabut pernyataannya sehingga sidang kembali berlanjut.Pukul 00.10 WIB Masduki menawarkan rapat diskors untuk dilakukan lobi-lobi antar fraksi. Usul ini dikemukakan dia karena melihat sulitnya mengambil keputusan. Tawaran ini pun diamini peserta rapat yang lain.Dibawa Dalam ParipurnaSebelumnya anggota Komisi X dari FPDIP Elviana dan Wayan Koster meminta rapat dihentikan dan dilanjutkan dengan rapat intern Komisi X. Bahkan jika memungkinkan maka Komisi X dapat meminta pembahasan dilanjutkan dalam sidang paripurna DPR."Fraksi kami minta ini dibawa ke Pimpinan DPR untuk selanjutnya dibawa ke paripurna, karena persoalan ini tidak bisa diselesaikan di sini, dalam rapat komisi," kata Elviana. (nvt/)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads