Banjir Sulsel, 22 Ribu Hektar Sawah Rusak
Rabu, 28 Jun 2006 18:18 WIB
Makassar - Sebanyak 22 ribu hektar sawah rusak di sejumlah kabupaten di Sulawesi Selatan (Sulsel) akibat terendam lumpur saat terjadi banjir bandang dan tanah longsor. Akibatnya, tanaman-tanaman padi pun mati tertimbun lumpur yang menutupi permukaan sawah. Petani pun gagal panen. Padahal, sejumlah kabupaten yang terkena banjir ini dikenal sebagai pemasok beras di Sulsel, antara lain Soppeng, Bone dan Luwu Utara. Di kabupaten Sinjai misalnya. Di Kabupaten yang paling parah terkena banjir yang menelan korban jiwa terbanyak itu, sebanyak 3.937 hektar sawah rusak. Jumlah ini tersebar di 9 kecamatan yang ada di Sinjai. Dari pantauan detikcom, sawah-sawah di Sinjai mirip kubangan lumpur. Di Desa Panaikang, Kecamatan Sinjai Timur, sawah terasering kini nampak rata permukaannya, lantaran lumpur yang menutupinya. Derdasarkan data dari Dinas Pertanian Kabupaten Sinjai, kerusakan sawah hampir merata di tiap kecamatan. Di Sinjai Timur, sawah yang rusak berat mencapai 425 hektar dan rusak ringan 75 hektar. Di Sinjai Barat, sawah yang rusak berat 347 hektar dan rusak ringan 61 hektar. Di Sinjai Selatan, sawah yang rusak berat 735 hektar dan rusak ringan 129 hektar. Di Sinjai Tengah, sawah yang rusak berat 382 hektar dan rusak ringan 67 hektar. Di Sinjai Borong, sawah yang rusak berat 297 hektar dan rusak ringan 52 hektar. Di Bulupoddo, sawah yang rusak berat 381 hektar dan rusak ringan 67 hektar, dan Kecamatan Tellulimpoe, sawah yang rusak berat 351 hektar dan rusak ringan 12 hektar. Sementara itu, di kabupaten-kabupaten lain juga mengalami kerusakan. Yakni Kabupaten Soppeng 5.450 hektar, kabupten Bulukumba sebanyak 4.449 hektar, Bone 3.837 hektar, dan Luwu Utara 1.170 hektar.
(asy/)











































