Polri Sulit Mereformasi Kultur

Polri Sulit Mereformasi Kultur

- detikNews
Rabu, 28 Jun 2006 15:56 WIB
Jakarta - Mereformasi kultur menjadi tugas berat bagi Polri untuk mencapai profesionalitas dan dekat dengan masyarakat. Ini diakui Wakapolri Komjen Pol Adang Daradjatun. "Kami minta maaf kalau masih ada perilaku anggota yang menyimpang," kata Adang dalam perbincangan dengan wartawan di ruang rapat Wakapolri, Jalan Trunojoyo, Jakarta Selatan, Rabu (28/6/2006).Ia menambahkan berbagai upaya telah dilakukan pimpinan Polri dalam melaksanakan reformasi kultur. Namun upaya itu tidak bisa langsung mengubah kultur yang ada. "Maaf saja kalau hari ini ada berita yang menyebutkan ada polwan mencuri uang temannya," tambah Adang.Reformasi kultur yang digalakkan yakni menghapus perilaku militer di tubuh Polri yang telah lama terbentuk sebagai akibat bergabungnya polisi dengan TNI dalam waktu lama. Kebiasaan kekerasan dalam pendidikan juga dihilangkan, bahkan telah menjadi pantangan bagi anggota Polri yang menempuh pendidikan."Kemarin ada taruna Akpol yang dikeluarkan karena memukuli adik kelasnya. Ini sudah tidak boleh terjadi," ujarnya.Selain itu, Polri juga akan mengubah kultur Polri agar dekat dengan masyarakat dengan menggalakkan konsep pemolisian masyarakat. Reformasi lain, struktur organisasi yang dibedakan setiap satuan wilayahnya menyesuaikan kondisi masing-masing wilayah."Di Maluku, Sulawesi Utara dan Riau misalnya, yang diperkuat adalah polisi perairan dan udara sebab wilayahnya memang begitu. Ini berbeda dengan daerah lain," tandasnya. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads