Pasca Bentrok, Ribuan Nelayan Bengkalis Takut Melaut

Pasca Bentrok, Ribuan Nelayan Bengkalis Takut Melaut

- detikNews
Rabu, 28 Jun 2006 14:48 WIB
Pekanbaru - Bentrokan sesama nelayan di Kabupaten Bengkalis, Riau, beberapa waktu lalu masih berbuntut. Belum adanya jaminan keamanan, membuat ribuan nelayan di kawasan Selat Malaka itu takut melaut. Nelayan yang enggan melaut ini berasal dari Kecamatan Bantan di Bengkalis. Setelah bentrok terjadi pada pertengahan bulan ini, kedua kelompok nelayan jaring batu dan jaring Rawai sama-sama takut melaut. Mereka khawatir terjadi keributan kembali yang sampai menelan korban jiwa. "Sudah lebih 10 hari kami tidak melaut. Kami memilih mengamankan kapal-kapal kami di pantai. Takut kalau-kalau terjadi pembakaran kapal lagi," kata Dandun, warga Dusun Kembar Bantan saat dihubungi detikcom, Rabu (28/6/2006) di Bengkalis. Bentrokan di perairan Bantan itu juga berimbas pada seluruh nelayan di Bengkalis. Mereka khawatir bakal ada serangan balik dari kelompok jaring batu. Itu sebabnya, hingga kini, nelayan tradisional memilih posisi aman dengan menjaga kapal-kapal mereka di pantai. "Sebab, ada kabar bakal ada serangan balik dari nelayan jaring batu. Sejak bentrok terjadi yang menewaskan satu orang dari kelompok jaring batu, hingga kini belum ada jaminan keamanan dari pihak aparat setempat," kata Halim nelayan tradisional yang dikenal dengan julukan nelayan Rawai. Tidak cuma nelayan tradisional yang merasa ketakutan. Hal serupa juga terjadi pada kelompok nelayan jaring batu. Mereka juga enggan melaut, karena takut bila ada serangan kembali dari nelayan tradisional. Apalagi ketika terjadi bentrok, kelompok jaring batu merupakan sasaran amuk masa nelayan jaring Rawai yang jumlahnya jauh lebih banyak. "Kami juga dengar kabar, bakal ada serangan kembali ke kelompok kami. Itu sebabnya, kami juga sekarang ini takut untuk melaut," kata Rachman warga Rangsa Barat dari kelompok jaring batu. Sementara itu Bupati Bengkalis Syamsurizal mengatakan, pihaknya bersama aparat terkait tengah berusaha menyakinkan para nelayan atas adanya jaminan keamanan dimaksud. Di samping mengupayakan penyelesaian konflik kedua kelompok, pihaknya juga mengupayakan adanya patroli keamanan di perairan Bantan dan Rangsang. "Kita sudah berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk melakukan patroli di perairan guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Dalam waktu dekat, mudah-mudahan masalah ini bisa segera teratasi. Kita berharap para nelayan dapat melaut kembali," ujar Bupati. (asy/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads