Iklim Investasi Kondusif, Mari Ajak Pengusaha Belanda Masuk
Rabu, 28 Jun 2006 14:21 WIB
Den Haag -
Iklim investasi di Indonesia semakin menarik dan kondusif. Berbagai peraturan perundangan telah diamandemen. Pengusaha Belanda perlu memanfaatkan peluang ini. Mendag Mari Elka Pangestu mengemukakan hal itu dalam temu bisnis dengan Indonesia-Netherlands Association (INA) di kantor Menteri Ekonomi Belanda, Bezuidenhoutseweg 12, Den Haag, Selasa (27/6/2006).Mari memaparkan bahwa pemerintah Indonesia kini telah mencapai berbagai perbaikan iklim investasi, antara lain memperbaiki akses pembiayaan, mengamandemen UU Investasi, paket kebijakan investasi, paket kebijakan infrastruktur, berbagai insentif perpajakan dan tarif, serta memberantas korupsi dan ekonomi biaya tinggi. "Kebijakan-kebijakan itu juga memberikan perlakuan yang sama antara investor asing dan domestik," tandas Mari.Secara jujur dan terbuka, kepada para calon investor itu Mari juga menjelaskan mengenai isu yang tidak lepas dari dunia usaha, yakni masalah perburuhan. Menurut menteri, pemerintah bersama serikat buruh mengupayakan formula yang menarik dan menguntungkan kedua pihak.Disebutkan, pertumbuhan ekonomi Indonesia juga terus bergerak menantang. Sepanjang 2005 pertumbuhan tersebut mencapai 5,6 persen dan diprediksi pertumbuhan untuk tahun ini minimal akan sama. Ekspor juga meningkat signifikan sebesar 19,7 persen dengan nilai US$ 85,7 miliar.Khusus perdagangan bilateral Belanda-Indonesia sepanjang 2005 nilainya mencapai US$ 2,6 miliar, atau naik sebesar 14,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Pertumbuhan nilai perdagangan Belanda-Indonesia tersebut mencapai rata-rata 8,7 persen per tahun, untuk rentang 2001-2005. Sementara investasi Belanda di Indonesia pada 2005 tercatat US$ 0,47 miliar, termanifestasi dalam 54 proyek. Mari menegaskan, hubungan perdagangan kedua negara belum menggambarkan potensi yang dimiliki sesungguhnya. Ia mengajak pengusaha Belanda memanfaatkan peluang menarik dan kondusif yang kini disediakan. Doktor ekonomi lulusan Univeritas California itu juga mengingatkan potensi yang lebih besar lagi. "Indonesia bisa menjadi pintu gerbang Belanda ke Asia, sebaliknya Belanda bisa menjadi pintu gerbang Indonesia ke Uni Eropa," ujar Mari. Sebelumnya menteri Mari juga menyampaikan situasi korban gempa di Yogya dan sekitarnya. Akibat gempa, sentra kerajinan tangan yang menjadi pilar ekspor ikut lumpuh. Menteri menghimbau pengusaha Belanda untuk membantu mereka 'dengan cara pengusaha'. "Pengusaha AS dan Jepang saat ini sudah mengulurkan tangan dengan memberi mereka order produk kerajinan untuk tema Natal akhir tahun nanti," demikian Mari.
(es/)
Anda menyukai artikel ini
Artikel disimpan










































