Hujan Deras, Ambon Banjir, 4 Jembatan Putus
Rabu, 28 Jun 2006 13:59 WIB
Ambon - Hujan terus mengguyur kota Ambon dan kabupaten-kabupaten di Maluku dalam dua bulan terakhir. Akibatnya, empat jembatan roboh, dua ruas jalan putus dan dua rumah penduduk tertimbun tanah longsor. Bahkan, Rabu (28/6/2006) siang, banjir setinggi lutut menghiasi pusat kota Ambon dan memacetkan arus lalu lintas pada jalan-jalan utama di Ambon, seperti Jl Ay. Patty dan Jl Sam Ratulangi. Hingga berita ini diturunkan belum ada korban jiwa. Sejumlah toko dan ruko terpaksa tutup.Empat jembatan yang roboh, masing-masing tiga jembatan di Kabupaten Maluku Tengah dan satu jembatan di kabupaten Buru. Robohnya jembatan ini menghambat aktivitas warga. "Kami sudah seminggu tidak ke kantor karena tidak bisa lewat. Air sungai sangat deras," kata Samsudin Tehuayo, warga desa Tehoru yang juga guru pada sebuah SMA di Kecamatan Tehoru.Hal yang sama dialami siswa-siswa SD, SMP dan SMA Hila Kaitetu Maluku Tengah. Sudah dua minggu mereka tak dapat ke Sekolah. "Kami tidak bisa sekolah, bagaimana mau lewat. Jembatan putus. Air tinggi dan sangat deras," kata Arif Lumaela, siswa SMA Negeri Hila Kaitetu.Informasi yang dihimpun detikcom, ketiga buah jembatan di Maluku Tengah yang berlokasi di Kecamatan Tehoru, Kecamatan Wahai dan Kecamatan Kairatu itu, baru usai dikerjakan tahun 2005. "Memang benar, tiga buah jembatan itu baru usai dibangun tahun 2005 kemarin. Tapi karena hujan dan air sungai yang sangat deras membuat jembatan itu ambruk," kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Maluku, Anthonius Sihaloho kepada detikcom via telepon selular.Sementara itu, ruas jalan yang menghubungkan pusat kota Ambon dan empat desa di Kecamatan Sirimau, masing-masing desa Hukurila, Naku, Kilang dan Ema, putus akibat longsor, Selasa (27/5/2006) malam. Aktivitas warga terganggu. Warga terpaksa memilih berjalan kaki sepanjang 18 km, untuk mendapatkan angkutan umum menuju kota Ambon. "Kami terpaksa jalan kaki sejauh 18 km, setelah jalan putus. Kami mohon Pemda Maluku untuk segera mengatasi persoalan ini," pinta Alberth Wattimena, pengemudi angkot jurusan desa Hukurilla. Dua buah rumah juga tertimbun longsor. Rumah milik warga, Batu Merah, Kumis Are (42), Selasa malam ditimbun tanah longsor. Sementara Are serta keluarga sendiri selamat karena saat kejadian tidak berada di rumah. "Dia lagi ke pulau Seram," kata salah satu tetangganya.Longsor juga melanda badan jalan, Rabu (28/6/2005) dini hari. Akibatnya badan jalan di desa Halong, Kecamatan Baguala, kota Ambon, Badan jalan dusun Air Kuning desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau.Terkait hal ini, Gubernur Maluku, Karel Alberth Ralahalu dan Walikota Ambon, MJ Papilaja langsung menengok ruas jalan yang putus, jembatan dan longsor. "Kami sudah koordinasi antarinstansi terkait dan akan segera mengatasi persoalan-persoalan itu sehingga aktivitas warga kembali normal," kata gubernur kepada detikcom.
(asy/)











































