Pembunuh 15 Warga Amerika Dieksekusi Mati
Rabu, 28 Jun 2006 11:40 WIB
Jakarta - Imigran ilegal asal Meksiko yang membunuh 15 orang Amerika Serikat (AS), Angel Maturino Resendiz (46) dieksekusi mati. Dia menjadi orang ke-23 yang dihukum mati di AS tahun ini. Resendiz dieksekusi mati Selasa (27/6/2006) kemarin. Seperti dikutip AFP, Rabu (28/6/2006), sebelum dieksekusi, Resendiz menerima hukuman ini dan meminta maaf kepada para kerabat korban-korban yang telah dibunuhnya. "Saya hanya meminta kalian untuk memaafkan saya dan meminta Tuhan untuk memaafkan saya karena telah membiarkan iblis menguasai hidup saya. Saya berterima kasih atas Tuhan yang sabar dengan saya," demikian pernyataan terakhir Resendiz. Beberapa menit kemudian Resendiz disuntik mati di hadapan keluarganya sekaligus keluarga para korban. Resendiz, yang paling banyak membunuh orang di tahun 1990-an, berkelana mengelilingi Amerika dengan kereta barang dan melakukan kejahatannya di sekitar rel kereta api. Sampai-sampai dia dijuluki "Si Pembunuh Rel Kereta". Ia menggunakan batu dan benda-benda berat lainnya untuk memukul korbannya hingga tewas, lalu mengambil uang mereka. Korban-korban wanita juga diperkosa olehnya. Salah satu tindak kejahatannya yang memicu amarah publik ialah ketika ia membunuh seorang siswi kedokteran, Claudia Benton, di tahun 1998. Revendis memerkosa Claudia Benton, menusuk dan memukulinya hingga tewas. Selain itu, di tahun 1999 ia juga membunuh seorang pastor gereja, Norman Sirnic, dan istrinya dengan sebuah palu. Di tahun yang sama, aparat kepolisian Amerika berhasil menangkapnya dengan bantuan adik perempuannya, Manuela, yang mendesak kakaknya untuk menyerahkan diri. Resendiz lalu menyerahkan diri di jembatan internasional yang menghubungkan El Paso (Texas) dan Ciudad Juarez (Meksiko). Hingga saat ini, sudah 6 imigran Meksiko yang dijatuhi hukuman mati di Amerika dan Resendiz merupakan tahanan ke 13 yang dihukum mati di Texas tahun ini.
(asy/)











































