Bamsoet Minta Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI

ADVERTISEMENT

Bamsoet Minta Polisi Gerak Cepat Usut Kasus Pembunuhan Pensiunan TNI

Yudistira Perdana Imandiar - detikNews
Selasa, 23 Agu 2022 16:26 WIB
Bambang Soesatyo
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mendorong agar kasus pembunuhan TNI Letkol Inf Purn Muhammad Mubin diusut tuntas oleh Polda Jawa Barat. Ia menegaskan tindakan pembunuhan atas dasar apapun tidak dibenarkan oleh hukum.

"Penegakan hukum sangat penting, agar jangan ada lagi pihak yang sewenang-wenang melakukan tindakan kekerasan terhadap orang lain, apalagi sampai menghilangkan nyawa seseorang. Terlepas dari masalah yang dihadapi, tindakan main hakim sendiri terlebih menjurus ke arah kekerasan menggunakan senjata tajam, tidak dibenarkan oleh hukum," jelas Bamsoet dalam keterangannya, Selasa (23/8/2022).

Bamsoet yang juga anggota Komisi III DPR RI bidang Hukum, HAM, dan Keamanan itu menjelaskan, Letkol Inf (Purn.) M Mubin merupakan alumni Akademi Militer (Akmil) 1982, pernah menjabat sebagai Komandan Komando Distrik Militer 0907/Tarakan. Ia ditemukan tewas pada 16 Agustus 2022 lalu. Tubuhnya bersimbah darah di dalam mobil dengan lima tusukan benda tajam. Dua tusukan di leher, dua tusukan di dada dan satu tusukan di perut.

"Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Barat yang menangani kasus ini sudah menemukan fakta mengejutkan, ada sejumlah kebohongan yang dibuat oleh para saksi saat memberikan keterangan di penyidikan sebelumnya. Karena itu, polisi yang pada awalnya menerapkan ancaman hukuman pasal 351 ayat 3 KUHP untuk menjerat tersangka atas nama Hendri Hernando alias Aseng, dengan ancaman hukuman kurungan penjaranya selama 7 tahun, kini diubah menjadi Pasal 351 ayat 3 jo pasal 338 dan 340 dengan ancaman hukuman bisa seumur hidup," papar Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar itu menekankan kerja keras Polda Jawa Barat dalam mengusut kasus ini harus didukung semua pihak. Ia menegaskan jangan sampai ada provokasi atau pun tindakan lain yang datang dari berbagai pihak yang justru akan menjadi kontradiksi atas upaya penegakan hukum yang sedang dilakukan pihak kepolisian.

"Mari percayakan sepenuhnya kepada aparat polisi. Sambil terus kita pantau perkembangan kasusnya hingga ke pengadilan. Kita dukung polisi untuk bergerak cepat dan tepat, sehingga pelaku bisa mendapatkan hukuman yang setimpal atas perbuatannya," ujar Bamsoet.

(fhs/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT