Pengamat: UN Tidak Pantas Dipertahankan
Rabu, 28 Jun 2006 07:51 WIB
Jakarta - Ujian Nasional (UN) banyak menuai kritik. Ekses yang ditimbulkannya terhadap siswa yang gagal menjadi penyebabnya. Karena itu pemerintah diminta untuk menghapuskan UN."UN tidak pantas dipertahankan. Tujuan pendidikan adalah pembentukan karakter. Jadi bila ada ekses negatif terhadap para siswa, tujuan pembentukan gagal," kata pengamat pendidikan Hutomo Dananjaya, saat berbincang dengan detikcom di Jakarta, Rabu (28/6/2006).Menurutnya, dalam teori pendidikan tes seperti UN mempunyai pertaruhan yang tinggi bagi peserta karena hal itu dikaitkan dengan masa depan."Sebab itu para ahli evaluasi pendidikan mensyaratkan agar tes semacam itu harus dilakukan beberapa kali, validitasnya teruji dan kondisi anak yang mengikuti tes itu normal atau tidak," urainya.Selain itu, pelaksanaan UN bertentangan dengan UU 20/2003 tentang sistem pendidikan nasional, pasal 58 ayat 1, di mana kelulusan berada di tangan pendidik."Kelulusan harus dikembalikan ke tangan sekolah. Guru dengan pengamatannya tanpa tes ujian bisa mempertimbangkan kelulusan siswa. Sedangkan UN hanya untuk memetakan mutu pendidikan saja," cetusnya.Pelaksanaan UN yang banyak menimbulkan berbagai polemik, hingga perbuatan di luar akal sehat yang dilakukan beberapa siswa yang gagal lulus, seperti bunuh diri atau membakar sekolahnya menurut Hutomo, pemerintah harus melakukan evaluasi UN."Semua pekerjaan harus dilakukan evaluasi. Dilihat kembali apa tujuannya," tandasnya.
(ahm/)











































