Pengelolaan Uang Hasil SMS Lulus UN Harus Jelas
Rabu, 28 Jun 2006 07:09 WIB
Jakarta - SMS untuk mengetahui hasil Ujian Nasional (UN) telah ditutup. Namun banyak orang yang telah mengakses informasi ke nomor 3977 dan dikenakan biaya premium Rp 2.200. Karena itu Dinas Pendidikan Dasar (Dikdas) DKI Jakarta harus transparan dalam mengelola dana yang telah masuk."Uang itu harus dapat dipertanggungjawabkan. Kalau tidak kenapa Dikdas mau kerjasama," kata koordinator koalisi pendidikan Lody Paat, kepada detikcom di Jakarta, Rabu (28/6/2006).Uang yang telah masuk nantinya, harus disalurkan ke pos-pos lain dalam kas daerah yang memang diperuntukkan bagi dana seperti ini. Ini dilakukan untuk menghindari adanya kecurangan dalam pengelolaan dana."Kalau uangnya dikembalikan kan tidak mungkin," ucapnya.Lody mengajak agar orangtua murid yang merasa telah mengakses SMS tersebut bergerak dan mendesak Dikdas agar mau bertanggung jawab dan transparan terhadap dana yang telah masuk."Karena mereka orang yang telah dirugikan. Tapi kita (koalisi pendidikan) juga akan meminta kejelasan," imbuhnya.Koalisi pendidikan menilai, ke depannya nanti Dikdas DKI tidak perlu lagi melakukan cara seperti ini. Sebab model SMS dengan tarif premium ini menurutnya jelas-jelas salah. Itu bisa terlihat ketika ada yang protes SMS kemudian dihentikan."Jadi kalau untuk memberi pengumuman tidak seperti itu bisa diumumkan langsung, melalui surat atau cara lainnya," pintanya.
(ahm/)











































