Hubungan Belanda-Indonesia Memasuki Fase Baru
Selasa, 27 Jun 2006 21:48 WIB
Den Haag - Hubungan Indonesia-Belanda sudah mengakar selama lebih 400 tahun. Langkah berani Menlu Bot membawa kedua pihak pada fase hubungan bilateral baru.Hal itu disampaikan KUAI KBRI Den Haag, Djauhari Oratmangun, dalam sambutan pengantar temu bisnis yang dihadiri Mendag Mari Elka Pangestu dan Sekretaris Negara Urusan Perdagangan Luarnegeri Belanda C.E.G van Gennip, di kantor Menteri Ekonomi Belanda, Bezuidenhoutseweg 12, Den Haag, Selasa (27/6/2006)."Setelah pembaruan hubungan pada 2005, kedua negara kini siap untuk memacu hubungan bilateral dan perdagangan yang kokoh dan adil untuk 400 tahun mendatang," kata Djauhari merujuk pada hubungan 400 tahun sebelumnya dengan VOC, yang disebutnya merupakan perusahaan multinasional pertama dan mempromosikan perdagangan terbuka.Fase baru tersebut menurut Djauhari, ditandai dengan langkah Menlu Bernard Rudolf yang menyatakan menerima secara moral dan politik proklamasi kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945. Bot memperkuat langkah politik tersebut dengan secara fisik menghadiri upacara kenegaraan HUT Kemerdekaan RI ke-60 di Istana Negara."Ini merupakan langkah berani untuk mematahkan hambatan psikologis yang beberapa dekade telah mengganjal hubungan bilateral istimewa kedua negara. Segera setelah hambatan psikologis itu tersingkirkan, kita sekarang siap memasuki fase hubungan baru," papar Djauhari.Djauhari juga mengingatkan bahwa para pejabat negara, anggota parlemen, pengusaha, wartawan, seniman, akademisi dan diplomat merupakan pemain kunci yang ikut menentukan dan mempengaruhi hubungan antarnegara.Pihak Belanda sejauh ini telah menindaklanjuti langkah besar politik Bot tersebut dengan kunjungan PM Balkenende, disusul beberapa menteri kabinet. Terbaru adalah kunjungan Menteri Ekonomi merangkap Wakil Perdana Menteri L.J. Brinkhorst dengan membawa delegasi 41 pebisnis papan atas.Mengutip pernyataan bersama presiden SBY dan PM Balkenende April lalu, Djauhari menyebut instrumen utama untuk mengintensifkan hubungan bilateral fase baru tersebut adalah dialog terbuka dan konstruktif di mana kedua pihak dapat mendiskusikan masalah dan peluang-peluang yang saling menguntungkan. Prioritasnya, kata Djauhari, antara lain kerjasama politik, perdagangan dan investasi, pendidikan, kebudayaan dan iptek, stabilitas dan keamanan, perlindungan keanekaragaman hayati, pembangunan berkesinambungan dan manajemen air, serta bidang konsuler kedua pihak. Menurut Djauhari, kunjungan kerja Menteri Perdagangan Mari Pangestu beserta delegasi merupakan balasan dan tindak lanjut untuk meningkatkan kerjasama bilateral kedua negara, terutama di bidang perdagangan dan investasi. "Indonesia siap berperan menjadi pintu gerbang Asia bagi Belanda dan diharapkan Belanda bisa menjadi pintu gerbang Uni Eropa bagi Indonesia," demikian Djauhari.
(es/)











































