Subur Rekrut Anak Muda untuk Jihad

Subur Rekrut Anak Muda untuk Jihad

- detikNews
Selasa, 27 Jun 2006 20:00 WIB
Bali - Persidangan bom Bali II menghadirkan saksi kunci, yaitu Subur Sugiarto. Ia adalah guru ngaji terdakwa Bom Bali II dan bertugas merekrut anak muda untuk melakukan jihad.Subur yang ditangkap 17 Januari 2006 menjadi saksi untuk 3 terdakwa bom Bali, yaitu Abdul Azis, Anif Solchanudin, dan Dwi Widiyarto alias Wiwid. Ia ditangkap dengan tuduhan terlibat jaringan teroris yang berperan merekrut anggota. Subur memberikan kesaksian dengan menggunakan baju dan celana hitam selutut serta kopiah putih di Pengadilan Negeri Denpasar, Jalan Sudirman, Bali, Selasa (27/06/2006). Subur memiliki kelompok pengajian yang anggotanya adalah dua orang pelaku bom Bali II, yaitu Anif dan Wiwid. Ia menggelar kelompok pengajian yang dilakukan di masjid atau di salah satu rumah anggota pengajian. Anif pernah menawarkan diri menjadi pelaku bom bunuh diri kepadanya. Dalam pengajian, ia memberikan tentang dakwah, jihad serta makna bunuh diri kepada anak didiknya. "Pengajian dilakukan satu kali seminggu," kata Subur ketika menjadi saksi Azis.Ia pun pernah mengikuti pertemuan di Rumah Makan Padang Selera, bersama beberapa terdakwa bom Bali II. Namun, ia membantah pernah melakukan pertemuan dengan Noordin Mohamad Top di tempat itu. "Saya tidak pernah bertemu Noordin. Saya tahu pernyataannya dari televisi, yang intinya menyatakan kebenciannya kepada Amerika dan sekutunya," katanya. Bahkan, ia pun mempertegas kebenciannya kepada Amerika. "Amerika dan sekutu-sekutunya, selama mereka menzalimi kaum muslimin maka kami akan memerangi mereka," teriak Subur. Ketika menjadi saksi Anif, terungkap bahwa ia pernah merekrut anak-anak muda dan bersama adiknya Mohamad Zobri memberikan latihan ala militer di Ungaran, Semarang. "Ini persiapan kekuatan untuk membela Allah kalau terjadi hal seperti di Ambon dan Poso," katanya.Pada persidangan kali ini, keempat JPU terdakwa bom Bali II juga menghadirkan enam orang saksi yang berstatus sebagai tersangka jaringan teroris asal Semarang, yaitu Mohamad Wawan Supriyadi, Aditya Tri Yoga, Joko Suroso, Hari Setia Armadi, Ardi Wibowo. (ahm/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads