Indihome Ungkap Kejanggalan Info Dugaan Kebocoran Data Browsing Pelanggan

ADVERTISEMENT

Indihome Ungkap Kejanggalan Info Dugaan Kebocoran Data Browsing Pelanggan

Dwi Rahmawati - detikNews
Minggu, 21 Agu 2022 19:14 WIB
An illustration picture shows a projection of binary code on a man holding a laptop computer, in an office in Warsaw June 24, 2013. REUTERS/Kacper Pempel/Illustration/File Photo
Ilustrasi kebocoran data (Reuters/Kacper Pempel).
Jakarta -

Telkom Grup telah menyatakan bahwa mereka sangsi soal informasi di media sosial bahwa data browsing pelanggan IndiHome bocor. Ada beberapa kejanggalan yang dilihat oleh Telkom, seperti alamat email, dan lainnya.

"Beberapa kejanggalan, misalnya alamat emailnya yang jadi sample itu @telkom.net. Kami saja di Telkom alamat emailnya @telkom.co.id. alamat email saya dan teman-teman di Telkom adalah @telkom.co.id. Telkom juga tidak pernah memberikan email address untuk pelanggan Indihome. Dari sana kok saya meragukan sekali," kata SVP Corporate Communication & Investor Relation Telkom, Ahmad Reza, dalam keterangan tertulis, Minggu (21/8/2022).

Menurut Reza, sampai saat ini pihak Telkom masih melakukan pengecekan dan investigasi mengenai data yang beredar tersebut. Ia menegaskan orang-orang di internal Telkom sendiri sulit untuk mengakses data pelanggan lantaran adanya enkripsi dan firewall yang berlapis.

"Saya pastikan data sampling salah," sambungnya.

Dalam informasi bocornya data pelanggan, diklaim sebanyak 26 juta data histori bocor. Sedangkan, menurut Reza, jumlah pelanggan IndiHome sebanyak 8 juta pelanggan.

Dia menduga, data-data histori browsing itu diambil hackers karena adanya akses yang dilakukan pelanggan ke situs-situs terlarang yang mengandung malware. Oleh karena itu, Reza meminta agar pelanggan Indihome lebih bijak mengakses internet, dengan tidak mengakses situs-situs terlarang.

"Dapat dipastikan bahwa Telkom berkomitmen menjamin keamanan data pelanggan dengan sistem keamanan siber yang terintegrasi dan menjadikan hal tersebut sebagai prioritas utama. Yang paling penting, Telkom tidak pernah mengambil keuntungan komersial apalagi memperjualbelikan data pribadi pelanggan," ungkap dia.

Ia menegaskan jika Telkom mematuhi etika bisnis hingga tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Pihaknya akan terus berupaya untuk meningkatkan keamanan.

"Telkom mematuhi etika bisnis, compliance dan tata kelola perusahaan sesuai peraturan perundangan yang berlaku. Kami akan terus berupaya meningkatkan pengamanan data pelanggan demi meningkatkan kenyamanan pelanggan," pungkasnya.

Untuk diketahui, beredar informasi di media sosial bahwa 26 jutaan data histori browsing pelanggan IndiHome bocor, termasuk diantaranya Kartu Tanda Penduduk (KTP), email, nomor ponsel, kata kunci, domain, platform, dan URL.

Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan sedang mendalami dugaan data pelanggan IndiHome bocor. Kementerian segera memanggil manajemen Telkom untuk dimintai keterangan soal insiden ini.

"Kementerian Kominfo akan segera mengeluarkan rekomendasi teknis untuk peningkatan pelaksanaan perlindungan data pribadi Telkom, dan di saat bersamaan berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Kominfo, Semuel Abrijani Pangerapan.

(aik/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT