KA Lumpur Banjir Penumpang
Selasa, 27 Jun 2006 16:17 WIB
Surabaya - Lumpur panas yang membanjiri jalan Tol Surabaya-Gempol KM 37-38 Porong ternyata berdampak pada melonjaknya jumlah penumpang kereta api (KA). Akhir-akhir ini, penumpang KA jurusan Surabaya-Malang dan sebaliknya melonjak tajam. Untuk mengantisipasi dampak gangguan transportasi darat akibat luapan lumpur, PT KA Daops VIII Surabaya telah mengoperasikan KA Malang Ekspress Surabaya-Malang PP pada hari Minggu lalu. KA ini biasa disebut KA Lumpur. Menurut Kepala Humas Daops VIII PT KA, Sudarsono, di awal peluncuran KA Lumpur, untuk jalur berangkat Surabaya-Malang (PP) jumlah penumpang hanya 180 penumpang. Tapi, yang mengejutkan, saat ini penumpang sudah mencapai 300 orang.Dengan demikian, total penumpang yang berangkat dari Surabaya-Malang (sehari dua kali) mencapai 600 penumpang. Peningkatan ini, kata Darsono, diduga terjadi karena calon penumpang bus tidak ingin terjebak kemacetan yang terjadi di sepanjang jalan Sidoarjo-Porong setelah tol ditutup.Sudarsono mengatakan, bila nanti terjadi lonjakan penumpang, PT KA akan segera menambah rangkaian kereta. "Namun untuk saat ini masih belum bisa dilakukan, karena kita masih kekurangan lokomotif," kata Sudarsono saat ditemui di kantornya di Jl. Gubeng Masjid, Surabaya, Selasa (27/6/2006).Kereta baru ini memiliki satu gerbong eksekutif, dua gerbong bisnis dan satu gerbong makan. Rencananya, kereta ini akan dioperasikan hingga persoalan banjir lumpur tuntas.Kereta Malang Ekspress berangkat dari Surabaya-Malang pukul 10.10 WIB dengan melalui stasiun Surabaya Kota (Semut), Sementara dari Malang-Surabaya berangkat pukul 13.15 WIB. Adapun harga tiket cukup terjangkau, kelas bisnis (Rp 10.000) sedang kelas eksekutif (Rp 15.000).Menurut dia, pengoperasian KA edisi 'lumpur' Malang Ekspress ini merupakan realisasi atas permintaan Dinas Perhubungan Provinsi Jatim sebagai akibat memburuknya kondisi jalan tol yang digenangi luapan lumpur.
(asy/)











































