Runner Up Juara Kelas SMP 9 Pekanbaru Tidak Lulus UN
Selasa, 27 Jun 2006 16:04 WIB
Jakarta - Zaman sekarang, murid yang selalu menduduki rangking di kelasnya, bukan jadi jaminan untuk lulus dalam UN. Salah satu buktinya, runner-up juara di SMP Negeri 9 Pekanbaru malah menerima pil pahit, tidak lulus. Lho? Bagai disambar petir di siang bolong. Begitulah perasaan Rut Siregar, siswi SMP Negeri 9 Pekanbaru saat mengetahui dirinya tidak lulus. Selama menuntut ilmu di sekolah yang beralamatkan di Jl. Harapan Raya, Pekanbaru itu, Rut dikenal sebagai siswi berprestasi. Rut adalah anak seorang karyawan PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Setiap ujian semester, murid berdarah Batak ini masuk dalam urutan 5 besar di lokal. Rata-rata, dia menduduki rangking 3 dan 2 mulai kelas satu sampai kelas tiga. Murid ini tidak pernah absen atau pun bolos sekolah. Dia dikenal teman-temannya murid yang rajin dan berprestasi. Tidak cuma Rut Siregar yang menangis menerima kenyataan tersebut. Rekan-rekan selokalnya juga meneteskan air mata melihat Rut yang tidak lulus. Rasa iba juga datang dari guru-guru di sekolahnya. Mereka seakan tidak percaya dengan kenyataan ini. "Kami juga kecewa menerima kenyataan ini. Murid kami yang berprestasi itu dinyatakan tidak lulus. Padahal, setahu kami, Rut Siregar merupakan murid unggulan di kelasnya. Dia selalu meraih rangking, tapi kenyataan berbicara lain," kata Kepala SMP 9, Syahrijal ketika ditemui detikcom, Selasa (27/6/2006) di ruang kerjanya. Syahrijal menjelaskan, murid kelas III yang mengikuti UN sebanyak 407 siswa. Dari jumlah itu, 96,6 persen dinyatakan lulus. Hanya 16 siswa yang tidak lulus, termasuk Rut. "Kalau 15 murid lainnya tidak lulus, kami masih bisa menerimanya. Karena memang, selama ini prestasinya kurang baik. Yang tidak bisa kami terima itu, cuma Rut Siregar. Aneh rasanya, kok dia bisa tidak lulus," kata Syahrijal. Sulit memang pihak sekolah memprediksi soal ketidaklulusan sang jawaranya. Tapi kabarnya, Rut gagal dalam ujian bahasa Inggris. Kendati demikian, pihak sekolah juga masih meragukan hal itu. Sebab, selama ini nilai Bahasa Inggris Rut lumayan baik. Artinya masih banyak murid yang mendapat nilai Bahasa Inggris di bawah Rut. "Sungguh kami kecewa Rut tidak bisa lulus. Tapi, ini juga fakta yang mesti kami terima," keluh Syahrijal. Lantas faktor apa yang membuat Rut tidak lulus? Pertanyaan ini juga sulit dijawab pihak sekolah. Syarijal berulangkali geleng-geleng kepala, menunjukan kebingungannya atas fakta tersebut."Saya tidak bisa menjawab itu. Tapi kemungkinan lain juga banyak. Mungkin, bisa juga faktor psikologis atau faktor teknis. Kasus seperti ini kan tidak hanya menimpa murid kami, di Jakarta hal yang sama juga terjadi," kata Syahrijal.
(asy/)











































