Ingin Siswa Cerdas? Suruh Olahraga dan Main!
Selasa, 27 Jun 2006 16:01 WIB
Inggris - Harus jadi kutu buku supaya cerdas? Itu sih kuno! Kesuksesan akademik bukan segala-galanya. Olahraga dan main juga perlu. Ini bisa meningkatkan kecerdasan.Begitulah kesimpulan hasil survei di Inggris. Ini bagian dari kampanye agar orangtua lebih banyak bermain dan berolahraga dengan anak-anaknya agar bisa menjadi siswa yang cerdas.Kampanye ini didukung bintang Piala Dunia asal Inggris Steven Gerrard dan peraih medali emas Olimpiade Dame Kelly Holmes.Tak ada salahnya para orangtua di Indonesia 'mencontek' hasil survei ini. Apalagi di Indonesia sedang heboh-hebohnya pengumuman hasil Ujian Nasional (UN) SMP dan SMA dengan tingkat kelulusan yang minim.Hasil survei yang dilansir Ananova, Selasa (27/6/2006) ini menyebutkan, 9 dari 10 guru khawatir siswa kehilangan kemampuan belajar yang vital karena mereka tidak lagi banyak bermain dan berolahraga di luar sekolah.Tekanan untuk "menjadi yang terbaik" dan orangtua yang kelelahan merupakan beberapa faktor yang menyebabkan anak-anak menjadi jarang beraktivitas.Polling YouGov menunjukkan, 81% guru percaya olahraga membantu meningkatkan daya konsentrasi, 64% guru berpendapat mereka yang sering bermain di waktu luang mereka lebih percaya diri dan aktif di dalam kelas.Hampir setengah dari guru yang mengikuti program tersebut, yakni 49% mengakui belajar dan bermain di luar itu sama pentingnya. Hanya 21% guru yang mengatakan nilai ulangan adalah bahan paling penting untuk kesuksesan karir siswa.Tiga perempat dari anak-anak yang diwawancarai mengaku mereka ingin lebih sering bermain dan berolahraga dengan orangtua mereka. Lebih dari setengahnya, yakni 55% mengaku suka bermain dengan orangtua mereka karena tidak perlu takut bila melakukan kesalahan.Tetapi 25% orangtua mengaku mereka tidak pernah bermain maupun berolahraga dengan anak mereka bila mereka bisa menghindarinya. Hanya 2% yang melakukannya setiap hari. Sementara 12% orangtua yang diwawancarai menyatakan mereka merasa terlalu lelah.Sang pembuat survei, Profesor Richard Bailey mengimbau orangtua harus lebih bersusah payah menyeimbangkan waktu untuk bekerja dan bermain bersama anak-anak mereka guna mengatasi stres anak-anak dari berbagai ulangan."Olahraga merupakan bagian penting dalam pertumbuhan anak. Melalui olahraga dan bermain, apalagi bersama dengan orangtuanya, anak mendapat pelajaran unik tentang kehidupan yang tidak bisa dipetik dari mana pun," kata profesor pedagogi (ilmu mendidik) di Universitas Roehampton ini."Kini tampaknya mudah melihat para orangtua sangat fokus pada kesuksesan akademik anak. Padahal yang terpenting adalah keseimbangan antara belajar dan olahraga," imbuh Profesor Richard Bailey.Jadi tunggu apa lagi? Jangan melulu baca buku pelajaran, segera main dan berolahragalah!
(sss/)











































