Beberkan Kecurangan UN, Gulvino Minta Perlindungan Polri

Beberkan Kecurangan UN, Gulvino Minta Perlindungan Polri

- detikNews
Selasa, 27 Jun 2006 15:28 WIB
Jakarta - Takut setelah membeberkan kecurangan Ujian Nasional (UN), seorang siswa SMP mendatangi Mabes Polri. Dia meminta perlindungan saksi.Siswa SMP itu bernama Gulvino Cheguevara, murid SMP Daya Susila, Garut, Jawa Barat. Dia mengaku khawatir mengalami hal-hal yang tidak diinginkan setelah banyak berkomentar soal kecurangan pada UN tahun ajaran 2005/2006."Saya minta jaminan karena saya merasa sudah terlalu banyak ngomong ke media tentang kecurangan proses UN," kata Gulvino kepada wartawan di Mabes Polri, Jl Trunojoyo, Jakarta, Selasa (27/6/2006).Kecurangan yang dibeberkan ABG ini tidak lain mengenai bocoran jawaban UN. Menurut Gulvino, saat mengikuti UN, dirinya menggunakan bocoran jawaban khusus untuk mata pelajaran matematika. Bocoran itu didapat dari temannya.Berkat bocoran jawaban itu pula Gulvino mengaku mendapat nilai yang cukup tinggi untuk matematika. Untuk mata pelajaran hitung-hitungan ini Gulvino mendapat nilai 9,33. Sedangkan mata pelajaran lainnya, yakni bahasa Inggris dan bahasa Indonesia masing-masing 8,6."Di Garut cara mereka mendapat jawaban soal ujian lewat SMS atau dibagikan langsung oleh oknum guru. Ini kejahatan dan saya malu," kata Gulvino yang berpakaian hitam-hitam.Gulvino tidak datang sendirian ke Mabes Polri. Ikut pula sejumlah guru dari sejumlah daerah, termasuk Jakarta, yang juga pernah memberikan testimoni mengenai kecurangan dalam UN.Mereka didampingi Koalisi Pendidikan yang terdiri dari berbagai LSM seperti LBH Jakarta, Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), Indonesia Corruption Watch (ICW), dan Kelompok Kajian Studi Kultural (KKSK).Koordinator Koalisi Pendidikan Lody Paat mengatakan, siswa dan guru telah memberikan kesaksian soal kecurangan UN harus dilindungi."Kita sekaligus melapor kejadian yang ada di Garut, yakni guru-guru di sana diancam kalau sampai tidak meluluskan siswanya," ungkap Lody. (djo/)


Berita Terkait