Warga DKI Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Cacar Monyet Usai Terdeteksi

ADVERTISEMENT

Warga DKI Minta Pemerintah Gerak Cepat Tangani Cacar Monyet Usai Terdeteksi

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 21 Agu 2022 09:59 WIB
Suasana CFD di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2022). (Foto: Karin/detikcom)
Warga DKI saat CFD di Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2022). (Foto: Karin/detikcom)
Jakarta -

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) telah mengonfirmasi pasien pertama pasien cacar monyet atau monkeypox di DKI Jakarta. Penemuan kasus pertama itu kini menjadi atensi bagi masyarakat terutama yang tinggal di DKI.

Farhan (28), warga DKI, menyebut dirinya ada kekhawatiran apabila nantinya penyakit cacar monyet merebak menjadi wabah di RI. Terlebih, sebut Farhan, penyakit itu cukup membahayakan jika menjangkiti seseorang.

"Jujur kalau bicara cacar monyet ya yang saya tahu baru satu orang yang terjangkit. Kalau misalnya menjadi wabah dan pandemi ya khawatir," ujar Farhan saat ditemui detikcom di kawasan car free day (CFD), Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2022).

"Apalagi kalau di sini kan bilangnya ada gejala komplikasi, khawatirnya kalau sudah terjangkit yang tidak mematikan bisa jadi membahayakan dan cenderung membuat nyawa melayang. Ya kalau saat ini mungkin belum khawatir tapi kalau ini ke depannya menyebar terus ya khawatir," sambungnya.

Meskipun demikian, Farhan mengatakan kemunculan kasus cacar monyet itu saat ini tidak menghalanginya untuk berolahraga. Baginya, yang terpenting adalah tetap menaati prokes saat berada di luar rumah.

"Jujur sementara ini yang penting saya menaati prokes ya pake masker meskipun lari, jogging pake masker kemudian ya cuci tangan dan nggak sembarang nyentuh barang tanpa cuci tangan apalagi kalau mau makan," ucapnya.

Senada, Alma (26), warga DKI lainnya, pun mengaku khawatir dengan adanya kemunculan kasus cacar monyet tersebut. Sebabnya, dia masih belum mengetahui soal cara penyebaran penyakit itu.

"Kalau khawatir ya pasti khawatir, tapi kan kita juga belum tahu bagaimana penyebaran kasus cacar monyet ini seperti apa. Apakah secepat penyebaran kasus COVID atau nggak," ucap Alma.

Alma mendorong pemerintah agar gerak cepat dalam melakukan deteksi dini usai munculnya kasus perdana monkeypox. Menurutnya, hal itu bakal mencegah penyebaran penyakit meluas dengan cepat.

"Untuk pemerintah sendiri itu harus gerak cepat untuk lakukan deteksi dini supaya itu untuk mencegah penyebaran semakin luas seperti COVID yang penanganannya tidak cepat dan makin luas hingga akhirnya ada korban dan pasien yang membeludak," lanjutnya.

Pantauan detikcom pagi ini di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Minggu (21/8/2022), terlihat masih ramai warga berolahraga. Mereka terlihat mengenakan masker saat melakukan aktivitas olahraga.

Diberitakan sebelumnya, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengkonfirmasi pasien pertama virus cacar monyet di DKI Jakarta. Pasien tersebut adalah laki-laki berusia 27 tahun.

"Dan hari ini pasiennya ada yang satu terkonfirmasi dari DKI Jakarta, seorang laki-laki 27 tahun," ujar juru bicara Kemenkes dr Mohammad Syahril dalam konferensi pers, Sabtu (20/8).

Syahril menyebut baru tadi malam dia mengetahui terkonfirmasi cacar monyet. Itu diketahui dari tes PCR.

"Dapat pemeriksaan PCR tadi malam, dan dengan cepat hari ini kami mengumumkan kepada masyarakat," katanya.

Simak Video 'Fakta-fakta Kasus Cacar Monyet Pertama di Indonesia':

[Gambas:Video 20detik]



(ain/fca)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT