Warga Hindu Larung Kepala Kerbau, Ayam & Babi di Bantul
Selasa, 27 Jun 2006 14:26 WIB
Jakarta - 200-an Umat Hindu dari Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali menggelar upacara larung (labuhan) di Pantai Parangkusumo, Bantul, Yogyakarta. Upacara larung ini dimaksudkan untuk memohon kepada Tuhan agar warga terhindar dari bencana.Upacara yang berlangsung mulai pukul 10.00 WIB, Selasa (27/6/2006) ini dipimpin pendeta Ida Bedanda Gede Putra Rusuh dari Pura Karangasem Bali. Sehari sebelum dilakukan upacara larung, umat Hindu melakukan pembersihan Pura Jagat Nata di Dusun Babadan Banguntapan Bantul. Pembersihan dilakukan karena pura tersebut rusak akibat bencana gempa 27 Mei lalu.Sebelum dilakukan upacara larung, umat Hindu upacara ritual di Puri Parangkusumo, dengan bantuan juru kunci Parangkusumo Raden Mas Surakso Tarwono. Setelah itu berbagai aneka sesajian ditaruh umat Hindu di bibir pantai, kemudian digelar doa bersama.Sejumlah sajian yang akan dilarung antara lain satu ekor anak kerbau bule, kepala kerbau lengkap dengan jeroan, ayam jago warna hitam dan putih, satu ekor babi kecil warna putih, anak ayam serta berbagai sesaji makanan, minuman dan buah-buahan.Menurut Ida Edanda, labuhan ini untuk menyucikan kembali bumi Yogyakarta dan sekitarnya dari bencana. Selain itu, mengembalikan keharmonisan antara penguasa laut selatan, keraton Yogya sebagai pusat budaya spiritual dan Gunung Merapi. Upacara juga untuk mengingatkan agar keharmonisan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam terjaga kembali.Usai berdoa, anak ayam dan anak babi disembelih. Darah hewan itu sengaja dibiarkan membasahi bibir pantai. Setelah itu, umat Hindu mengelilingi sesajian sebanyak 7 kali. Acara terakhir, sesaji dibuang ke laut, dan warga pun boleh berebutan.
(jon/)











































