Antara Menristek dan Bukaka
Selasa, 27 Jun 2006 14:19 WIB
Jakarta - Orangnya pinter, tapi suka melucu. Itulah kesan untuk Menteri Riset dan Teknologi (Menristek) Kusmayanto Kadiman. Karena itu, bila dia mengaku memiliki hubungan dengan Bukaka, seriuskah itu? Selain lucu, penampilan Kusmayanto memang low profile. Dia lebih sering mengenakan pakaian batik dibanding mengenakan jas. Mantan Rektor Institut Teknologi Bandung (ITB) ini juga sering ceplas-ceplos, sesuatu yang sering dihindari oleh para pejabat tinggi. Gaya Kusmayanto saat bertemu wartawan juga lain dari menteri lainnya. Kadangkala pertanyaan serius wartawan dijawab dengan jawaban plesetan. Bila sudah begini, sang wartawan pun tidak bisa marah-marah, sebaliknya malah tersenyum juga. Lumayan....humor gratis! Selasa (27/6/20060, di Kantor Wakil Presiden, Jl. Medan Merdeka Selatan, wartawan mencegat sang menteri yang selalu mengenakan kacamata ini. Saat itu, Kusmayanto baru saja selesai meneken MoU kerja sama Iptek dengan Menteri Pendidikan, Riset dan teknologi Iran, Muhammad Mehdi Zahedi. Saat itu, Kusmayanto memberikan keterangan seputar rencana pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir yang akan dipercepat pada 2011. Kusmayanto juga menceritakan sudah ada investor dari dalam negeri yang tertarik untuk membiayai proyek fantastis ini. Nah, saat ditanya wartawan, apakah investor dalam negeri itu adalah Bakrie Energi dan Bukaka Energi, Kusmayanto mulai melancarkan aksi 'ngebanyol'nya. Padahal, wartawan serius mempertanyakan hal ini. Maklum, dua induk perusahaan ini akhir-akhir ini termasuk perusahaan yang mendapat proyek besar. Bakrie Energi adalah perusahaan milik keluarga Bakrie dan Bukaka Energi adalah perusahaan milik keluarga Jusuf Kalla. Tersudut dengan pertanyaan itu, Kusmayanto tidak mau mengiyakan atas jawaban itu. "Bu Kaka itu istri saya. Inisial nama saya kan KK," kata Kusmayanto Kadiman (KK) sambil senyum. Kontan saja, wartawan yang ingin mendapat jawaban serius dari sang menteri malah terbuai dengan banyolan yang luar biasa itu. Tidak sekali ini saja Kusmayanto bermain-main dengan akronim. Saat bertandang ke kantor detikcom sebulan lalu, pak menteri juga memplesetkan akronim UPI (Universitas Pendidikan Indonesia). Pak menteri yang lahir di Tanah Pasundan ini juga mengeluarkan banyolan-banyolan dalam bahasa Sunda yang segar. Pak menteri, memang beda!
(asy/)











































