Isu Transaksi Rp 200 Juta di Rekening Yoshua Sedang Didalami

ADVERTISEMENT

Isu Transaksi Rp 200 Juta di Rekening Yoshua Sedang Didalami

Lisye Sri Rahayu - detikNews
Sabtu, 20 Agu 2022 08:30 WIB
brigadir J
Brigadir J (Foto: dok. 20detik)
Jakarta -

Kamaruddin Simanjuntak mengklaim uang di rekening Brigadir Nopriansyah Yoshua Hutabarat (Brigadir) J dicuri. Uang senilai Rp 200 juta ditransfer dari 4 rekening setelah kematian Brigadir J.

"Pokoknya ada empat rekening, yaitu rekening bank BRI, Bank BNI, Bank mandiri dan Bank BCA, kita duga uangnya sudah dicuri. ATM-nya belum dikembalikan buku rekeningnya belum dikembalikan handphone-nya 3 unit dengan 4 nomor belum dikembalikan pakaian-pakaiannya juga belum dikembalikan ketika dibantai demikian juga dengan apa namanya laptopnya merek Asus belum dikembalikan," sebut Kamarudin, dilansir detikSumut, Kamis (18/8).

Kamaruddin sendiri mengaku tidak tahu pasti siapa pemilik uang Rp 200 juta itu. Namun, yang pasti uang itu ada di rekening Brigadir J. Kecuali, kata Kamaruddin, jika ada bisa yang membuktikan jika itu uang milik siapa.

"Tetapi kan kalaupun itu uang siapapun, itu namanya di rekening almarhum. Maka akibat kematian adalah pewarisan, maka yang berhak untuk itu adalah ahli warisnya dalam hal ini ayah ibunya, kecuali mereka bisa buktikan bahwa itu dititip atau diapain kita kembalikan. Tetapi kalau mencuri uang orang mati itu adalah kejahatan," ujar Kamarudin.

Tanggapan Pihak Bank


Menanggapi pernyataan Kamaruddin Simanjuntak ini, pihak bank menyatakan tengah melakukan pendalaman terkait transaksi di rekening yang dilakukan setelah nasabah meninggal dunia itu.

"Saat ini juga memang kita secara paralel melakukan pendalaman ke unit-unit kerja yang terkait. Dan juga memang kita masih menyesuaikan ketentuan internal kami bahwa memang kalau misalnya kita secara on the counter, kalau misal transaksi dilakukan on the counter di bank, itu pasti dilakukan yang namanya proses KYC (know your customer) pada saat melakukan, menjalankan transaksi ini," kata General Manager Divisi Manajemen Risiko BNI Rayendra Minarsa Goenawan dalam diskusi yang ditayangkan YouTube Asosiasi Media Siber Indonesia, seperti dilihat, Sabtu (20/8/2022).

Ray mengatakan bisa saja transaksi tidak dilakukan di counter bank. Ray kemudian menyinggung data nasabah yang bisa saja diketahui oleh beberapa orang, sehingga dengan mudah melakukan transfer.

"Tapi tentu saja pada saat ini tidak dilakukan di counter dengan adanya kemudahan digitalisasi dan sebagainya, maka ini yang menjadi hal-hal yang saat ini ya kami juga melihat, yang jadi perubahan adalah hal-hal yang umum untuk melakukan sharing terkait dengan informasi-informasi pribadi ke limited, ke orang-orang terbatas untuk memperoleh kemudahan-kemudahan tersebut sehingga nanti kalau misalnya ada apa-apa jadi mudah dilakukan transfer," kata dia.

Ray kembali menegaskan bahwa pihaknya saat ini sedang melakukan pendalaman terkait transaksi di rekening dalam kasus Brigadir J ini.

"Memang saat ini, untuk kasus ini kita melakukan pendalaman, tetapi secara mekanisme global, seperti yang saya katakan tadi, kalau on the counter itu pasti ada KYC, tapi memang dilakukan transaksi digital maka kita akan tergantung terkait nasabah tersebut menjaga baik token, atau informasi pribadi ataupun OTP untuk menjalankan transaksi itu. Karena data transaksi e-channel itu memang menjadi kritikal pada saat kita melakukan transaksi melalui e-channel," tutur dia.

Ada Transfer Rp 200 Juta Usai Brigadir J Ditembak

Diberitakan sebelumnya, pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan rekening milik kliennya diduga dicuri oleh Irjen Ferdy Sambo dan kawan-kawan. Dia menyebut ada empat rekening, handphone, hingga laptop.

"Seperti yang saya katakan lalu-lalu, ada empat rekening daripada almarhum (Yosua) ini dikuasai atau dicuri oleh terduga Ferdy Sambo dan kawan-kawan. HP, ATM-nya di empat bank, laptop bermerek Asus, dan sebagainya," kata Kamaruddin di gedung Bareskrim Polri, Selasa (16/8).

Simak selengkapnya pada halaman berikut.

Simak juga Video: Putri Candrawathi Ngaku Korban Pelecehan, Kini Tersangka Pembunuhan

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT