Menneg LH: Lingkungan Hidup Alami Degradasi Luar Biasa

Menneg LH: Lingkungan Hidup Alami Degradasi Luar Biasa

- detikNews
Selasa, 27 Jun 2006 12:53 WIB
Jakarta - Kenapa di tanahku terjadi bencana? Lantunan lagu Ebiet G Ade ini mengingatkan betapa negeri ini sering dilanda bencana alam. Jawabnya, status lingkungan hidup memang mengalami degradasi.Menteri Negara Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar mengatakan, status lingkungan hidup di Indonesia selama 2004-2005 mengalami degradasi yang luar biasa. Hal itu bisa dilihat dari seringnya bencana alam seperti banjir dan tanah longsor di hampir semua wilayah di Indonesia.Dia menegaskan hal itu saat jumpa pers usai acara peluncuran status lingkungan hidup Indonesia (SLHI) di Hotel Shangri-La, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Selasa (27/6/2006).Data yang dikeluarkan oleh Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) menyebutkan, penurunan luas hutan hampir merata di seluruh kawasan hutan di Indonesia. Laju penurunan tersebut antara tahun 1997 sampai 2000 seluas 3,5 juta hektar per tahun dengan laju penurunan terbesar terjadi di Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi."Jadi wajar kalau selama 2004-2005 kita sering terjadi bencana banjir dan longsor," ujar Rachmat.Pada kesempatan itu Rachmat juga mengatakan, penurunan lahan hutan selain karena maraknya illegal logging, juga akibat rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga dan mengelola hutan. Banyak daerah konversi hutan yang dialihfungsikan menjadi ladang.Pada tahun 2004, jumlah bencana banjir tercatat 106 kali dengan frekuensi kejadian sebanyak 159 kali. Tahun 2005 jumlah banjir sebanyak 41 kali dengan frekuensi kejadian 42 kali.Selain itu pada 2005 pemerintah menetapkan 62 daerah aliran sungai (DAS) dalam kondisi kritis, 17 di antaranya berada di Pulau Jawa. Berkaitan dengan kekritisan daerah aliran sungai ini, banjir dan longsor menjadi fenomena alam yang sering terjadi. (san/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait